Kecamatan Dungkek Jadi Percontohan Pertanian Modern PM-AAS, Sumenep Bidik Produktivitas Padi Tembus 10 Ton per Hektare
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 21 Jul 2026 07:01
FOTO: Kecamatan Dungkek resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Sumenep. Dok. Istimewa
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Kecamatan Dungkek resmi ditunjuk sebagai lokasi percontohan penerapan Pertanian Modern–Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Kabupaten Sumenep. Program yang merupakan tindak lanjut arahan Menteri Pertanian RI ini diharapkan menjadi tonggak percepatan modernisasi sektor pertanian sekaligus mendongkrak hasil panen padi petani.
Tim Kerja Kabupaten Sumenep yang dipimpin Dewo Ringgih, S.P., M.P. menggelar sosialisasi sekaligus menyusun rencana pelaksanaan Demonstrasi Percontohan (Dempam) PM-AAS pada Senin (20/7/2026). Kegiatan tersebut melibatkan penyuluh pertanian, pemerintah desa, dan kelompok tani yang akan menjadi pelaksana program.
Dalam pemaparannya, Dewo Ringgih menjelaskan bahwa lahan seluas sekitar 100 hektare di Kecamatan Dungkek akan menjadi lokasi awal penerapan sistem PM-AAS mulai Juli 2026.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak dalam mendampingi petani memahami teknologi budidaya modern.
"Tantangan kita adalah bagaimana teknologi dan metode PM-AAS dapat dipahami serta diterapkan oleh seluruh petani secara tepat dan berkelanjutan. Di sinilah peran penyuluh menjadi sangat penting," ujarnya.
PM-AAS merupakan sistem budidaya padi terpadu yang mengombinasikan praktik pertanian lokal dengan teknologi modern, mekanisasi, serta pengelolaan lahan secara presisi. Melalui pendekatan tersebut, produktivitas padi diharapkan meningkat signifikan.
Jika selama ini rata-rata hasil panen berada pada kisaran 5–6 ton gabah per hektare, penerapan PM-AAS ditargetkan mampu meningkatkan produksi menjadi minimal 10 ton, bahkan berpotensi mencapai 12,4 ton per hektare.
Empat Kelompok Tani Jadi Pelopor
Sebagai tahap awal, pelaksanaan demplot akan melibatkan empat kelompok tani yang telah ditetapkan sebagai pelaksana utama, yakni Kelompok Tani Tiga Putra dan Kelompok Tani Bina Mandiri di Desa Bungin-Bungin, serta Kelompok Tani Sumber Harapan dan Kelompok Tani Berkatani di Desa Bunpenang.
Perwakilan kelompok tani menyatakan kesiapan mereka untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
"Kami siap bekerja keras menyukseskan PM-AAS di Kecamatan Dungkek demi meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani," ujar salah satu perwakilan petani.
Disiapkan Pelatihan dan Pendampingan
Usai sosialisasi, Tim Kerja Kabupaten Sumenep bersama penyuluh pertanian akan menyiapkan pelatihan teknis, pendampingan intensif di lapangan, hingga pengaturan penggunaan alat dan mesin pertanian yang dibutuhkan selama program berlangsung.
Keberhasilan proyek percontohan di Kecamatan Dungkek nantinya diharapkan menjadi model pengembangan PM-AAS di kecamatan lain di Kabupaten Sumenep. Dengan demikian, modernisasi pertanian dapat berjalan lebih luas dan berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani sekaligus mendukung target swasembada pangan nasional.
(RSH/YD)
← Kembali ke Daftar