Karhutla Makin Meluas, 5 Pesawat TNI AU Dikerahkan ke Kalimantan Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 22 Aug 2026 03:27
FOTO: Karhutla Kutai Barat Meluas, 415,51 Hektare Hutan dan Lahan Terbakar. Dok. Istimewa
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Pemerintah memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra dan Kalimantan. Lima pesawat TNI Angkatan Udara (TNI AU) kembali diterbangkan untuk mendukung operasi penanganan karhutla di Kalimantan.
Lima armada tersebut diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pengerahan lima pesawat itu dilakukan untuk memperkuat puluhan armada yang sebelumnya telah diterjunkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
"Lima pesawat TNI AU kembali diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, menuju Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur untuk memperkuat 30 armada BNPB yang telah beroperasi di tiga provinsi terdampak di Kalimantan," kata Teddy dalam keterangan tertulisnya.
Penanganan karhutla kini melibatkan kekuatan udara dalam jumlah besar. Hingga Jumat, pemerintah mencatat sebanyak 52 pesawat telah dikerahkan untuk operasi di enam provinsi yang dinilai memiliki potensi kebakaran tinggi.
Enam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.
Dari total armada itu, 30 pesawat ditempatkan di wilayah Kalimantan. Sementara 22 pesawat lainnya beroperasi di sejumlah wilayah Sumatra.
Armada tersebut terdiri dari pesawat dan helikopter dengan tugas berbeda, mulai dari melakukan pemantauan titik api, mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), hingga melakukan pemadaman melalui udara menggunakan metode water bombing.
Selain lima pesawat yang diterbangkan dari Malang, TNI AU juga menyiagakan sejumlah armada di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Pesawat-pesawat tersebut disiapkan untuk dikerahkan kapan saja apabila diperlukan. Pergerakan armada akan disesuaikan dengan kebutuhan BNPB serta kondisi karhutla yang berkembang di lapangan.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat respons apabila muncul titik api baru yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lebih besar.
Operasi pemadaman dari udara juga terus digencarkan. Pada Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026, armada BNPB bersama TNI melakukan water bombing di sejumlah wilayah terdampak.
Pesawat dan helikopter dikerahkan untuk menjangkau titik-titik kebakaran yang sulit ditangani dari darat. Air dijatuhkan dari udara untuk membantu mempersempit area kebakaran sekaligus mencegah api meluas.
Pemerintah menilai penguatan operasi udara penting mengingat kondisi karhutla dapat berubah dengan cepat, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.
Selain memadamkan api, pemerintah juga berupaya mengurangi dampak kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.
Penguatan armada udara diharapkan mampu mempercepat penanganan karhutla, melindungi warga di wilayah terdampak, serta mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan kerusakan lingkungan yang lebih besar.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar