Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Tiba di Tanjung Priok, 24 September Resmi Jadi KRI Sriwijaya
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 18 Sep 2026 13:31
FOTO: Kapal perang eks Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi (C551), tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dok. Istimewa
JAKARTA, KabarPemerintah.com — Kapal perang eks Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi (C551), tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026). Kedatangan kapal berukuran besar tersebut menjadi bagian dari proses pengalihan kepemilikan kepada Indonesia.
Giuseppe Garibaldi memasuki kawasan Tanjung Priok sekitar pukul 07.58 WIB dan bersandar di Dermaga 107. Kedatangannya disambut sejumlah pejabat tinggi pertahanan Indonesia.
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak, serta KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono hadir dalam rangkaian penerimaan tersebut.
Kapal ini nantinya tidak lagi menggunakan nama Giuseppe Garibaldi. Setelah proses serah terima selesai, kapal akan resmi menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut dengan nama KRI Sriwijaya.
Dikawal Kapal Perang TNI AL
Giuseppe Garibaldi bertolak dari Italia pada 24 Agustus 2026 untuk menuju Indonesia.
Saat memasuki wilayah perairan Indonesia melalui Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, kapal tersebut mendapat pengawalan dari dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.
Pengawalan tersebut menjadi bagian dari penyambutan kapal sebelum akhirnya memasuki kawasan Pelabuhan Tanjung Priok.
Dengan dek penerbangan yang luas dan ukuran kapal yang besar, kehadiran Giuseppe Garibaldi langsung menjadi perhatian di kawasan pelabuhan.
24 September Berganti Bendera Merah Putih
KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan Giuseppe Garibaldi belum langsung berubah status menjadi KRI setelah tiba di Jakarta.
Proses serah terima dijadwalkan berlangsung pada 24 September 2026. Pada saat itu, bendera Italia akan diturunkan dan digantikan dengan bendera Merah Putih.
“Kemungkinan akan diserahkan dan menjadi kapal TNI Angkatan Laut atau menjadi Kapal Republik Indonesia atau KRI pada tanggal 24 September. Kemungkinan di tanggal yang sama akan ada pergantian bendera dari bendera Italia menjadi bendera Indonesia,” kata Muhammad Ali.
Setelah prosesi tersebut, Giuseppe Garibaldi akan resmi menyandang nama KRI Sriwijaya.
Prosesi pengalihan tersebut juga direncanakan mencakup shipnaming, reflagging, serta pelantikan komandan KRI Sriwijaya.
Kementerian Pertahanan Terima Hibah
Dalam proses pengalihan kapal, Kementerian Pertahanan RI menjadi pihak pemerintah Indonesia yang menerima hibah dari Pemerintah Italia.
Sementara setelah kapal resmi menjadi KRI, pengoperasian dan pembinaannya berada di lingkungan TNI Angkatan Laut di bawah kepemimpinan KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.
Dalam kunjungan ke kapal di Dermaga 107, Muhammad Ali mendampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Dari pihak Italia, keduanya turut melihat kondisi kapal bersama Komandan Giuseppe Garibaldi, Kapten Marco Guerriero.
Tidak Langsung Digunakan untuk Operasi
Meski nantinya menjadi kapal induk pertama dalam jajaran TNI AL, KRI Sriwijaya tidak akan langsung digunakan dalam operasi setelah pergantian bendera.
TNI AL masih menyiapkan sejumlah pembenahan atau retrofit. Modernisasi kapal direncanakan melibatkan PT PAL Indonesia bersama Fincantieri dari Italia.
Pembenahan tersebut ditujukan untuk menyesuaikan kondisi kapal dengan kebutuhan operasional TNI AL. Kerja sama itu juga diharapkan membuka peluang transfer teknologi bagi industri pertahanan Indonesia.
Satuan dan Pangkalan Masih Dikaji
TNI AL juga masih mengkaji satuan yang nantinya menaungi KRI Sriwijaya.
Muhammad Ali mengatakan kapal tersebut untuk sementara dapat ditempatkan di Satuan Kapal Bantu (Satban). Kemungkinan pembentukan satuan baru juga masih menjadi bagian dari pembahasan.
Untuk pangkalan, Lampung menjadi salah satu wilayah yang dikaji sebagai lokasi yang dapat mendukung operasional kapal.
Bisa Dukung Penanganan Bencana
KRI Sriwijaya nantinya tidak hanya diproyeksikan untuk kepentingan pertahanan dan operasi militer.
Kapal tersebut juga dapat dimanfaatkan dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP), termasuk misi kemanusiaan dan penanggulangan bencana.
Muhammad Ali menyebut kapal dapat dimanfaatkan sebagai pangkalan bergerak bagi sejumlah helikopter. Salah satu penggunaannya adalah mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui operasi water bombing.
Dengan luas dek penerbangan yang dimiliki, kapal tersebut dapat menjadi titik operasi helikopter ketika akses menuju wilayah terdampak bencana sulit dilakukan melalui jalur darat.
Kini Giuseppe Garibaldi telah tiba di Jakarta. Enam hari lagi, kapal tersebut akan memasuki babak baru: bendera Italia diturunkan, Merah Putih dikibarkan, dan nama Giuseppe Garibaldi resmi berganti menjadi KRI Sriwijaya.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar