Jelang Iduladha 1447 H, Kementan Gencarkan Edukasi Kurban Sehat dan Higienis
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 14 May 2026 09:20
FOTO: Sapi Sehat dan sebagai hewan kurban terbaik idul adha Dok. Kabarpemerintah.com
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mulai memperkuat edukasi pelaksanaan kurban sehat menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses penyembelihan hewan kurban berjalan aman, higienis, sesuai syariat Islam, sekaligus memperhatikan aspek kesejahteraan hewan.
Upaya tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari dinas peternakan daerah, pengurus masjid, akademisi, hingga pakar veteriner. Pemerintah ingin pelaksanaan kurban tahun ini tidak hanya memenuhi ketentuan agama, tetapi juga mampu menjaga kesehatan masyarakat.
Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Kementan, I Ketut Wirata mengatakan pemahaman panitia kurban perlu terus ditingkatkan. Mulai dari pemilihan hewan yang sehat dan sesuai syariat, tata cara penanganan hewan, hingga kebersihan lokasi penyembelihan.
“Peningkatan pemahaman bagi panitia kurban sangat diperlukan, mulai dari penentuan hewan kurban yang sesuai syariat dan sehat, tata cara penanganan hewan, kebersihan lokasi serta peralatan pemotongan, hingga pelaksanaan pemeriksaan ante mortem dan post mortem,” ujar Ketut dalam sosialisasi bertajuk Kurban Sehat dan Bermanfaat yang digelar secara hybrid di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Selasa (12/5/2026).
Ketut menegaskan pelaksanaan kurban mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban. Aturan tersebut mencakup persyaratan hewan kurban, proses pemotongan, hingga penanganan hasil daging kurban.
Kementan juga menggandeng kalangan akademisi untuk memperkuat edukasi di daerah. Kolaborasi dengan dinas peternakan disebut terus dilakukan agar pelaksanaan kurban berlangsung tertib dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Sementara itu, Staf Pengajar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis (SKHB) IPB University sekaligus pelatih juru sembelih halal dan animal welfare, Supratikno menjelaskan penyembelihan hewan kurban idealnya dilakukan oleh juru sembelih halal yang kompeten dan memahami prinsip kesejahteraan hewan.
Ia menyebut hewan kurban sebaiknya dipuasakan maksimal 12 jam sebelum disembelih, namun tetap diberi air minum. Langkah itu dinilai penting untuk menjaga kualitas daging sekaligus meminimalkan risiko kontaminasi.
“Hewan boleh lapar, tetapi tidak boleh kelaparan. Jika penampungan melebihi 12 jam, hewan harus kembali diberi pakan,” jelasnya.
Selain proses penyembelihan, penanganan daging kurban juga menjadi perhatian. Dosen Divisi Kesehatan Masyarakat Veteriner dan Epidemiologi SKHB IPB University, Denny Widaya Lukman menekankan pentingnya pemisahan area pencacahan daging dengan jeroan demi menjaga kualitas dan kebersihan produk.
Menurutnya, jeroan merah seperti hati, paru, jantung, dan limpa juga perlu dipisahkan dari jeroan hijau seperti usus dan perut untuk menghindari kontaminasi silang.
“Tempat pencacahan daging harus bersih, serta area penanganan daging harus dipisahkan dari jeroan,” kata Denny.
Melalui edukasi dan pengawasan yang diperkuat, pemerintah berharap masyarakat semakin memahami tata cara kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat. Langkah ini sekaligus menjadi upaya menjaga kualitas daging kurban agar layak dikonsumsi masyarakat selama perayaan Iduladha 1447 Hijriah.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar