Logo Kabarpemerintah
Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025. Presiden Prabowo–Presiden Putin Perkuat Aliansi Strategis, Dari Energi hingga Antariksa Jadi Fokus Kerja Sama

Indonesia Kantongi Pasokan Minyak Rusia, Pemerintah Genjot Ketahanan Energi Nasional

Ditulis oleh herman - 17 Apr 2026 00:59

Indonesia Kantongi Pasokan Minyak Rusia, Pemerintah Genjot Ketahanan Energi Nasional

FOTO: Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia dan Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya menyampaikan kepada awak media di Istana Merdeka, Jakarta, Dok. Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Pemerintah Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional dengan mengamankan kerja sama pasokan minyak mentah dari Rusia. Selain itu, kerja sama tersebut juga mencakup pembangunan sejumlah infrastruktur penting di sektor energi.

Kabar tersebut disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (16/4).

Menurut Bahlil, hasil komunikasi dengan pihak Rusia menunjukkan perkembangan positif. Indonesia berpeluang memperoleh tambahan pasokan crude oil sekaligus dukungan pembangunan fasilitas energi guna memperbesar cadangan nasional.

“Alhamdulillah hasil pembicaraan cukup menggembirakan. Kita berpotensi mendapatkan pasokan crude dari Rusia, dan mereka juga siap membantu pembangunan infrastruktur penting untuk memperkuat ketahanan energi kita,” ujar Bahlil.

Impor Minyak Masih Tinggi

Bahlil mengungkapkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari. Sementara produksi dalam negeri baru berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Artinya, Indonesia masih harus menutup kekurangan sekitar 1 juta barel per hari melalui impor.

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, pemerintah menilai diversifikasi sumber pasokan menjadi langkah penting agar kebutuhan energi tetap terjaga.

“Kita tidak bisa bergantung pada satu negara saja. Semua peluang yang menguntungkan bagi kepentingan nasional harus dimanfaatkan,” tegasnya.

Pasokan Hingga Akhir 2026 Dipastikan Aman

Pemerintah juga memastikan kebutuhan minyak mentah nasional hingga Desember 2026 dalam kondisi aman. Kepastian ini disebut sebagai bagian dari arahan Presiden Prabowo agar sektor energi tetap stabil di tengah dinamika global.

Dengan stok yang terkendali, pemerintah kini akan fokus meningkatkan kapasitas produksi kilang dalam negeri agar kebutuhan energi bisa dipenuhi lebih optimal.

“Untuk crude sampai akhir tahun insyaallah aman. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Bahlil.

LPG Juga Jadi Fokus Pembahasan

Selain minyak mentah, pemerintah turut menjajaki peluang kerja sama untuk memenuhi kebutuhan LPG nasional. Saat ini Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta ton LPG setiap tahun.

Meski pembahasan LPG masih membutuhkan tahapan lanjutan, Bahlil menyebut kerja sama crude oil dengan Rusia sudah mendekati tahap finalisasi.

“Kalau untuk crude saya kira sudah hampir final,” ujarnya.

Prioritaskan Kepentingan Nasional

Bahlil menegaskan, dalam menentukan mitra kerja sama energi, pemerintah akan selalu mengutamakan kepentingan nasional. Indonesia akan memilih sumber pasokan yang paling menguntungkan dan mampu menjaga stabilitas energi dalam jangka panjang.

Langkah ini menunjukkan arah kebijakan energi Indonesia yang semakin adaptif, terbuka terhadap berbagai mitra global, namun tetap berfokus pada kedaulatan dan keamanan pasokan bagi masyarakat.

(FS/MAM)

← Kembali ke Daftar