Hujan Mulai Padamkan Karhutla di Kalimantan, BNPB Ingatkan Bara Api di Lahan Gambut Masih Mengintai
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 02 Nov 2026 12:30
FOTO: Perkembangan Penanganan Bencana Karhutla, siaran pers BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Dok. YT. BNPB Indonesia
JAKART, KabarPemerintah.com – Hujan deras yang mengguyur sejumlah wilayah di Kalimantan selama tiga hari terakhir membawa angin segar di tengah bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jumlah titik kebakaran dan luas lahan yang terbakar mulai menunjukkan penurunan. Meski demikian, masyarakat diminta tidak lengah karena bara api di bawah permukaan tanah gambut masih berpotensi memicu kebakaran baru.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total luas lahan yang terdampak karhutla saat ini mencapai 742 hektare. Penurunan cukup signifikan terjadi di sejumlah wilayah, khususnya Kalimantan.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan turunnya intensitas kebakaran tidak serta-merta menandakan ancaman karhutla telah berakhir.
Menurutnya, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir memang membantu mengurangi kebakaran di permukaan. Namun, api yang telanjur menjalar ke lapisan bawah tanah gambut masih berpotensi bertahan.
"Untuk Kalimantan maupun tempat lain, walaupun musim hujan, masih berpotensi terjadi titik-titik api baru mengingat api atau bara api yang ada di bawah permukaan masih belum 100% untuk padam akibat hujan yang sudah terjadi akhir-akhir ini," kata Berton dalam konferensi pers daring melalui kanal YouTube BNPB, Senin (2/11/2026).
Kalimantan Tengah Catat Luas Karhutla Terbesar
Berdasarkan data BNPB, Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan luas karhutla terbesar, yakni 351 hektare. Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 42 persen.
Sementara itu, Papua Selatan mencatat luas lahan terbakar 253 hektare atau turun 56 persen. Sulawesi Tenggara mencapai 95 hektare dengan penurunan 63 persen.
Penurunan juga terjadi di Nusa Tenggara Timur dengan luas 16 hektare atau turun 36 persen.
Namun, tidak semua wilayah menunjukkan perkembangan positif. BNPB mencatat luas karhutla di Bangka Belitung mencapai 8 hektare atau meningkat 100 persen. Sedangkan Kalimantan Barat mencapai 19 hektare, mengalami kenaikan hingga 217 persen.
Data tersebut menunjukkan ancaman karhutla masih perlu diwaspadai meski hujan mulai mengguyur sejumlah daerah.
Warga Kalimantan Bersyukur Hujan Turun
Di tengah situasi tersebut, turunnya hujan selama tiga hari terakhir disambut rasa syukur oleh masyarakat. Hujan deras yang mengguyur wilayah Kalimantan memberikan harapan agar kebakaran segera mereda dan kondisi lingkungan kembali membaik.
Salah seorang warga, Mahfud, mengungkapkan rasa syukurnya atas hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir.
"Dalam 3 hari terakhir alhamdulillah sudah hujan deras, kang," ungkap Mahfud, Senin (2/11/2026).
Tak hanya bersyukur atas hujan yang mulai membasahi wilayahnya, Mahfud juga merasa lega karena seluruh anggota keluarganya masih diberikan kesehatan di tengah situasi bencana karhutla.
"Alhamdulillah sehat semuanya, kang," tuturnya.
Harapan masyarakat pun sejalan dengan upaya penanganan yang terus dilakukan petugas di lapangan. Hujan diharapkan dapat membantu memadamkan kebakaran sekaligus mengurangi ancaman asap yang selama ini mengganggu aktivitas warga.
BNPB Minta Masyarakat Tetap Waspada
Meski kondisi mulai membaik, BNPB memastikan petugas di berbagai wilayah tetap bersiaga untuk mengantisipasi munculnya titik api baru.
Berton menegaskan, penanganan karhutla tidak boleh dihentikan hanya karena hujan mulai turun. Pasalnya, bara api yang tersimpan di bawah permukaan tanah gambut dapat kembali menyala ketika kondisi lingkungan mengering.
BNPB juga terus mendorong berbagai upaya pemadaman agar titik-titik api yang masih tersisa benar-benar dapat dituntaskan sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar.
"Tentu kami tetap mengimbau dan akan melakukan upaya-upaya sehingga titik-titik api akan padam sehingga tidak menjadi masalah di kemudian hari setelah membesar," tutup Berton.
Masyarakat di wilayah rawan karhutla pun diharapkan tetap waspada, tidak melakukan pembakaran lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap di sekitar permukiman dan kawasan hutan.
Turunnya hujan memang menjadi kabar baik bagi warga Kalimantan. Namun, selama bara api di bawah tanah gambut belum benar-benar padam, ancaman karhutla masih belum sepenuhnya berakhir.
← Kembali ke Daftar