Harga Pangan Akhir Pekan Bergerak Variatif, Daging dan Minyak Goreng Naik, Cabai hingga Telur Turun
Ditulis oleh herman - 02 May 2026 23:25
FOTO: Seorang wanita memilih bahan-bahan dapur Dok. Kabar pemerintah.com
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Pergerakan harga bahan pokok pada akhir pekan menunjukkan dinamika yang cukup beragam. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis per Minggu (19/4/2026) pukul 08.15 WIB, sejumlah komoditas utama seperti daging sapi dan minyak goreng kompak mengalami kenaikan, sementara beberapa bahan lain justru mulai melandai.
Kenaikan harga terlihat pada daging sapi kualitas I yang naik tipis Rp50 menjadi Rp147.700 per kilogram. Sebaliknya, daging sapi kualitas II justru turun Rp100 ke level Rp139.850 per kilogram.
Dari kelompok beras, hampir semua jenis mengalami kenaikan. Beras kualitas bawah I naik Rp100 menjadi Rp14.600 per kilogram.
Sementara itu, beras medium I dan II masing-masing naik Rp50 ke level Rp16.100 dan Rp15.950 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada beras premium, di mana kualitas super I naik Rp100 menjadi Rp17.400 per kilogram dan super II naik Rp50 ke Rp16.900 per kilogram.
Tak hanya beras, gula pasir juga ikut terkerek. Gula premium naik Rp100 menjadi Rp20.250 per kilogram, sedangkan gula lokal naik Rp50 ke posisi Rp19.150 per kilogram.
Minyak Goreng Ikut Naik, Kebijakan Pemerintah Diklaim Efektif
Lonjakan juga terjadi pada komoditas minyak goreng. Harga minyak goreng curah naik Rp200 menjadi Rp20.300 per kilogram. Minyak goreng kemasan bermerek I meningkat Rp250 ke Rp23.500 per kilogram, sedangkan kemasan bermerek II naik Rp300 menjadi Rp22.650 per kilogram.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai kebijakan domestic market obligation (DMO) sebesar minimal 35 persen cukup efektif menjaga stabilitas pasokan dan harga. Kebijakan ini dijalankan melalui distribusi oleh BUMN pangan, termasuk penyaluran minyak goreng rakyat dengan merek Minyakita.
Ia mengungkapkan, hingga 10 April 2026, realisasi distribusi telah mencapai sekitar 49,45 persen, melampaui batas minimal yang ditetapkan pemerintah dalam Permendag Nomor 43 Tahun 2025.
“Hasilnya terlihat dari harga Minyakita yang cenderung stabil bahkan menurun dibanding akhir tahun lalu,” ujarnya.
Secara nasional, harga Minyakita tercatat sekitar Rp15.961 per liter, turun lebih dari 5 persen dibanding posisi akhir Desember 2025.
Cabai, Bawang, dan Protein Hewani Justru Turun
Di tengah kenaikan sejumlah komoditas, beberapa bahan pangan justru menunjukkan tren penurunan harga. Cabai merah keriting turun Rp350 menjadi Rp45.250 per kilogram. Cabai rawit merah turun Rp115 ke Rp71.550 per kilogram, sementara cabai rawit hijau melemah tipis Rp40 menjadi Rp48.950 per kilogram.
Komoditas bawang juga ikut terkoreksi. Bawang merah ukuran sedang turun cukup dalam Rp1.200 menjadi Rp46.150 per kilogram. Bawang putih ukuran sedang turun Rp25 menjadi Rp39.950 per kilogram.
Dari sektor protein hewani, harga daging ayam ras segar turun Rp1.100 menjadi Rp40.400 per kilogram. Penurunan lebih signifikan terjadi pada telur ayam ras segar yang anjlok Rp2.500 menjadi Rp32.300 per kilogram.
Sementara itu, beras kualitas bawah II terpantau stabil di harga Rp14.550 per kilogram.
Pasar Masih Fluktuatif
Pergerakan harga pangan yang tidak seragam ini mencerminkan kondisi pasokan dan permintaan yang masih dinamis. Di satu sisi, intervensi pemerintah mulai menunjukkan dampak pada stabilitas beberapa komoditas. Namun di sisi lain, tekanan harga masih terjadi pada bahan pokok tertentu.
Masyarakat pun diimbau tetap cermat memantau perkembangan harga, terutama menjelang periode konsumsi tinggi yang berpotensi kembali mendorong fluktuasi di pasar.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar