Harga Emas Antam Diproyeksi Bangkit, Berpeluang Naik Setelah Dua Hari Tertekan
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 22 Jun 2026 00:01
FOTO: Ilustrasi seorang wanita membeli emas Antam Dok. Istimewa
JAKARTA, KabarPemerintah.com – Setelah mengalami tekanan dalam dua hari terakhir, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk atau Antam diperkirakan kembali menguat pada perdagangan akhir pekan. Sejumlah pengamat menilai koreksi yang terjadi belakangan ini membuka peluang kenaikan harga dalam jangka pendek.
Pengamat pasar logam mulia Ibrahim Assuaibi memperkirakan harga emas Antam berpotensi naik sekitar Rp20.000 per gram dibanding posisi terakhir. Jika proyeksi tersebut terealisasi, harga emas Antam dapat bergerak mendekati level Rp2,75 juta per gram.
Sebelumnya, harga emas Antam tercatat mengalami penurunan cukup tajam. Pada perdagangan Jumat, harga logam mulia tersebut turun Rp30.000 menjadi Rp2.673.000 per gram. Sehari sebelumnya, harga juga terkoreksi dalam nominal yang sama sehingga membuat pasar emas domestik berada dalam tren pelemahan jangka pendek.
Meski demikian, penurunan tersebut belum menghapus kinerja positif emas sepanjang tahun 2026. Hingga pertengahan tahun, harga emas Antam masih mencatat pertumbuhan hampir 10 persen dibandingkan posisi awal Januari yang berada di kisaran Rp2,48 juta per gram.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa emas tetap menjadi salah satu instrumen investasi yang mampu memberikan perlindungan nilai di tengah dinamika ekonomi global. Ketidakpastian geopolitik, fluktuasi nilai tukar, serta pergerakan suku bunga dunia masih menjadi faktor yang memengaruhi arah harga logam mulia.
Di sisi lain, rekor tertinggi harga emas Antam sepanjang sejarah masih berada di level Rp3.168.000 per gram yang tercatat pada akhir Januari 2026. Angka tersebut hingga kini belum mampu ditembus kembali setelah pasar mengalami fase konsolidasi dalam beberapa bulan terakhir.
Tidak hanya harga jual, nilai buyback atau harga pembelian kembali emas Antam juga mengalami koreksi signifikan. Pada perdagangan terakhir, harga buyback turun hingga Rp67.000 dan berada di level Rp2.408.000 per gram. Kondisi ini menjadi perhatian para investor yang berencana melakukan pencairan aset emas dalam waktu dekat.
Pelaku pasar kini menantikan arah pergerakan harga emas global sebagai penentu sentimen berikutnya. Jika tekanan terhadap dolar Amerika Serikat berlanjut dan permintaan aset safe haven meningkat, harga emas berpotensi kembali menguat baik di pasar internasional maupun domestik.
Bagi investor jangka panjang, fluktuasi harga dalam jangka pendek dinilai sebagai bagian normal dari pergerakan pasar. Dengan fundamental yang masih didukung tingginya minat terhadap aset lindung nilai, emas tetap menjadi pilihan investasi yang menarik untuk diversifikasi portofolio.
Para investor juga diimbau untuk memperhatikan selisih harga jual dan buyback serta mempertimbangkan tujuan investasi sebelum melakukan transaksi. Langkah tersebut penting agar keputusan investasi dapat disesuaikan dengan kondisi pasar dan profil risiko masing-masing.
(RSH/MAM)
← Kembali ke Daftar