Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

Giant Seawall Disiapkan Jadi Benteng Pantura dan Motor Ekonomi Baru

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 13 May 2026 03:01

Giant Seawall Disiapkan Jadi Benteng Pantura dan Motor Ekonomi Baru

FOTO: Menteri Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Rosan Roeslani, Menteri Dody Hanggodo, Wakil Menteri Didit Herdiawan Ashaf memberikan keterangannya kepada awak media Dok. Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Pemerintah mulai mematangkan pembangunan giant seawall atau tanggul laut raksasa di kawasan Pantai Utara Jawa. Proyek strategis nasional itu tidak hanya difokuskan untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman banjir rob dan penurunan muka tanah, tetapi juga diarahkan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru di sejumlah daerah.

Pembahasan proyek tersebut dilakukan dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/5/2026). Sejumlah pejabat yang hadir di antaranya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, hingga Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf.

AHY mengatakan kawasan Pantura saat ini menghadapi tantangan serius akibat penurunan permukaan tanah dan meningkatnya ancaman banjir rob. Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu kehidupan jutaan masyarakat sekaligus aktivitas industri yang selama ini menjadi penopang ekonomi nasional.

Menurutnya, pembangunan giant seawall menjadi langkah penting untuk menjaga kawasan pesisir sekaligus melindungi sentra industri dan kawasan ekonomi yang tersebar di sepanjang Pantai Utara Jawa.

Sementara itu, Rosan Roeslani menegaskan proyek giant seawall tidak sekadar pembangunan tanggul laut. Pemerintah juga tengah menyusun konsep pengembangan kawasan ekonomi baru yang terintegrasi dengan proyek tersebut.

“Tidak hanya giant seawall, tapi juga bagaimana menciptakan titik pertumbuhan ekonomi baru, investasi baru, dan memberikan dampak positif terhadap ekonomi daerah,” ujarnya usai rapat terbatas.

Pemerintah saat ini disebut masih menyempurnakan master plan pembangunan dengan melibatkan berbagai kementerian dan lembaga terkait. Nantinya, kawasan yang dibangun giant seawall diharapkan berkembang menjadi pusat investasi baru di luar Jakarta.

Di sisi lain, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan Ashaf menjelaskan pemerintah tengah melakukan pendalaman terhadap 15 segmen kawasan pesisir utara Jawa. Setiap wilayah memiliki karakteristik berbeda, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kondisi geografis.

Menurut Didit, pemerintah juga mempertimbangkan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir agar pembangunan giant seawall tidak mengganggu mata pencaharian warga. Pendekatan kolaboratif dinilai penting agar proyek berjalan beriringan dengan kebutuhan masyarakat setempat.

Sejumlah kawasan seperti Teluk Jakarta, wilayah Jawa Barat, hingga Jawa Tengah masuk dalam prioritas awal kajian pembangunan. Namun pemerintah masih menghitung tahapan pelaksanaan serta kebutuhan teknis sebelum proyek dimulai secara menyeluruh.

Melalui proyek giant seawall, pemerintah berharap perlindungan wilayah pesisir dapat berjalan seiring dengan peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur, dan terciptanya pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Pantai Utara Jawa.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar