Gerak Cepat Prabowo Pantau Proyek 44 Ribu Huntara: Rakyat Tak Boleh Terlantar!
Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 20 Dec 2025 04:52
FOTO: Presiden Prabowo meninjau langsung pembangunan hunian sementara di Kabupaten Agam Dok. Setpres/Muchlis Jr
AGAM, KabarPemerintah.com - Presiden Prabowo Subianto menunjukkan komitmennya dalam menangani dampak bencana alam di tanah air. Tak sekadar menerima laporan di meja kerja, orang nomor satu di Indonesia ini turun langsung ke lapangan untuk memastikan warga terdampak memiliki tempat bernaung yang layak.
Kamis (18/12), Prabowo menyambangi Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Mengenakan kemeja khasnya, ia meninjau langsung progres pembangunan Hunian Sementara (Huntara) bagi para pengungsi. Baginya, memastikan urusan perut dan tempat tinggal warga adalah harga mati yang tidak bisa ditunda-tunda.
Total 44.045 Unit untuk Tiga Provinsi
Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tidak main-main dalam proyek kemanusiaan ini. Skalanya terbilang masif, menyasar tiga provinsi sekaligus yang mengalami dampak kerusakan paling parah.
Berdasarkan data yang dihimpun, berikut adalah sebaran unit Huntara yang sedang dikebut pengerjaannya:
Provinsi Aceh: 36.328 Unit (Wilayah dengan kebutuhan terbesar).
Provinsi Sumatra Utara: 5.158 Unit.
Provinsi Sumatra Barat: 2.559 Unit.
Total jenderal, ada 44.045 unit hunian yang disiapkan pemerintah. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan harapan bagi puluhan ribu kepala keluarga untuk kembali menata hidup pascabencana.
Bukan Sekadar Atap untuk Berteduh
Pemerintah menegaskan bahwa Huntara ini hanyalah langkah awal. Fokus utamanya adalah memastikan aktivitas sosial dan ekonomi warga tidak mati suri. Dengan adanya hunian yang layak, anak-anak bisa kembali belajar dan para orang tua bisa mulai memikirkan cara menyambung hidup tanpa harus berdesakan di tenda pengungsian yang darurat.
"Kita pastikan koordinasi antarkementerian dan daerah berjalan tanpa sekat. Huntara harus segera bisa dihuni agar masyarakat tidak terlalu lama menderita," bunyi pernyataan resmi pemerintah di sela kunjungan tersebut.
Data Masih Dinamis
Meski angka 44 ribu unit sudah ditetapkan, pemerintah mengaku tetap membuka mata terhadap perkembangan di lapangan. Angka tersebut bersifat dinamis dan bisa saja bertambah jika hasil verifikasi di area pelosok menunjukkan kebutuhan yang lebih besar.
Saat ini, alat berat dan personel gabungan terus bekerja siang malam. Targetnya jelas: sebelum masa tanggap darurat berakhir, seluruh warga sudah harus pindah dari tenda ke huntara yang lebih manusiawi.
(MAM/FS)
← Kembali ke Daftar