Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Fakta Baru Terkuak: Rujukan Diduga Molor di Puskesmas Bluto, Halifah Meninggal 8 Menit Setelah RSUD ACC

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 27 Nov 2025 09:21

Fakta Baru Terkuak: Rujukan Diduga Molor di Puskesmas Bluto, Halifah Meninggal 8 Menit Setelah RSUD ACC

FOTO: Puskesmas Bluto tampak Deri sampiang Dok.KabarPemerintah.com

SUMENEP, KabarPemerintah.com — Polemik kematian Halifah, pasien perempuan asal Bluto, memasuki babak baru. Data kronologis yang dirilis RSUD dr. Moh. Anwar Sumenep justru membuka fakta berbeda dari pernyataan awal pihak keluarga. Rumah sakit menegaskan bahwa keterlambatan rujukan diduga terjadi bukan di RSUD, melainkan di internal Puskesmas Bluto.

Rujukan Baru Masuk Pukul 10.54

Kasi Informasi RSUD Sumenep, Erfin Sukayati, menyebut permintaan rujukan atas nama Halifah baru diterima pukul 10.54 WIB. Padahal keluarga sebelumnya mengklaim proses rujukan sudah diinformasikan sejak sekitar pukul 08.00 WIB.

Dua menit setelah surat masuk, Puskesmas Bluto mengirim hasil laboratorium. Karena melihat indikasi gangguan jantung serius, tim IGD meminta rekaman EKG. Empat menit berselang, EKG dikirim dan langsung dianalisis.

“Setelah kami cek, rujukan kami ACC pukul 11.00. Puskesmas membalas ‘siap’ pada 11.02, tapi pasien tidak kunjung datang,” jelas Erfin.

Keluarga Merasa Dipingpong

Keluarga pun kaget setelah mengetahui selisih waktu hampir tiga jam tersebut. Mereka menilai penanganan emergensi berjalan sangat lambat.

“Ini bukti penanganan pasien kritis sangat lemah. Rujukan molor, sementara kondisi bibi kami sudah darurat,” kata Hariyono, keluarga korban.

Diduga Oksigen Kosong, Dipasang Terlambat

Halifah datang ke Puskesmas Bluto sekitar 06.00 WIB dengan sesak dan nyeri dada. Namun oksigen baru terpasang sekitar 09.00 WIB. Lebih memprihatinkan, tabung oksigen yang digunakan diduga tidak berfungsi.

“Tabungnya kosong. Baru diganti setelah kami protes,” ungkap Hariyono.

Temuan itu semakin menguatkan dugaan adanya kelalaian penanganan awal di puskesmas.

Dalih Puskesmas Dipatahkan RSUD

Pihak administrasi Puskesmas Bluto sebelumnya beralasan bahwa penanganan Halifah terlambat karena ada pasien kritis lain. Namun RSUD membantah hal tersebut.

“Kami bisa menerima lebih dari dua pasien kritis sekaligus, meski dari puskesmas yang sama,” tegas Erfin.

Hanya Bertahan 8 Menit Setelah ACC

Halifah dinyatakan meninggal pukul 11.10 WIB, hanya delapan menit setelah RSUD memberi ACC rujukan. Waktu-waktu krusial sebelum pukul 11.00 WIB kini menjadi sorotan utama.

Keluarga Minta Investigasi Tuntas

Keluarga menegaskan mereka tidak mencari kambing hitam, namun meminta kejelasan atas dugaan kelalaian prosedur yang fatal.

“Ada nyawa yang hilang. Kami tidak ingin keluarga lain mengalami hal seperti ini,” tegas Hariyono.

Keluarga juga menyoroti lemahnya kesiapsiagaan puskesmas dalam menangani pasien gawat darurat, mulai dari administrasi lambat, komunikasi yang tersendat, hingga alat vital yang tidak siap.

“Kami meminta Kepala Dinkes dan Bupati Sumenep mengevaluasi kepala Puskesmas Bluto dan bagian administrasi pada hari itu, serta mereformasi total sistem penanganan medis di puskesmas,” pungkasnya.

(M.AM/FS)

← Kembali ke Daftar