Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) konsisten per 9 Juni sempat naik sekitar 4,8% ke level 5.599 dan bergerak di rentang 5.318–5.628.

Eks Wakil Kepala BGN Klaim Ada “Nama Besar” di Balik Dugaan Korupsi MBG, 26 Nama Diserahkan ke Kejagung

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 13 Jun 2026 01:37

Eks Wakil Kepala BGN Klaim Ada “Nama Besar” di Balik Dugaan Korupsi MBG, 26 Nama Diserahkan ke Kejagung

FOTO: Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya dan surat untuk kepala BGN Nanik Setyawati

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Kasus dugaan korupsi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, mengaku telah menyerahkan puluhan nama kepada penyidik Kejaksaan Agung yang diduga memiliki keterkaitan dengan penyimpangan tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Melalui kuasa hukumnya, Sony menyatakan dirinya telah mengajukan diri sebagai justice collaborator atau saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga memiliki peran lebih besar dalam perkara tersebut.

Menurut pihak kuasa hukum, selama ini Sony kerap dikaitkan sebagai sosok yang mengatur penunjukan dapur-dapur SPPG dalam program MBG. Namun, ia membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa dirinya bukan aktor utama dalam dugaan praktik yang kini tengah diselidiki Kejaksaan Agung.

"Klien kami ingin membantu penyidik mengungkap fakta yang sebenarnya. Ada pihak-pihak lain yang menurutnya memiliki peran lebih besar dalam perkara ini," ujar kuasa hukum Sony.

Sony bahkan mengklaim telah menyerahkan sekitar 26 nama kepada penyidik untuk ditelusuri lebih lanjut. Nama-nama tersebut disebut berasal dari berbagai pihak yang diduga mengetahui maupun terlibat dalam proses pengelolaan program MBG.

Langkah Sony menjadi justice collaborator dinilai dapat membantu penyidik memperluas pengembangan perkara. Kuasa hukumnya berharap informasi yang diberikan dapat membuka tabir dugaan penyimpangan yang selama ini belum terungkap.

"Kami kooperatif dengan penyidik. Harapannya proses pengembangan kasus ini bisa berjalan lebih cepat dan transparan," katanya.

Selain menyerahkan sejumlah informasi, tim kuasa hukum juga meminta penyidik menjaga seluruh barang bukti yang telah disita, termasuk telepon genggam milik Sony. Mereka menilai perangkat tersebut menyimpan data penting yang dapat membantu proses pembuktian.

Meski mengaku telah menyerahkan puluhan nama, Sony belum bersedia membeberkan identitas pihak-pihak yang dimaksud kepada publik. Ia disebut akan menyampaikan keterangannya secara terbuka dalam persidangan.

Di tengah bergulirnya kasus tersebut, publik juga menyoroti unggahan Sony di media sosial beberapa waktu lalu. Dalam unggahan yang dibuat pada awal Juni 2026, bertepatan dengan penetapannya sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung, Sony menuliskan pesan kepada Kepala BGN yang baru, Nanik Setyawati.

Melalui secarik kertas yang diunggah ke akun Instagram pribadinya, Sony menyampaikan ucapan selamat atas jabatan baru Nanik. Dalam pesan yang sama, ia juga menyinggung soal sebuah "hadiah", yang kemudian memicu berbagai spekulasi di ruang publik.

Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi mengenai makna pesan tersebut. Sementara itu, Kejaksaan Agung masih terus mendalami keterangan para pihak dan menelusuri berbagai bukti untuk mengungkap dugaan korupsi dalam program MBG secara menyeluruh.

Kasus ini menjadi perhatian luas karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program strategis nasional yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan. Penyidik diharapkan dapat mengusut perkara ini secara tuntas guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai tujuan dan bebas dari praktik penyimpangan.

(RBT/YD)

← Kembali ke Daftar