Ekonomi RI Tumbuh 5,61%, Pemerintah Siapkan Stimulus Baru dan Perkuat Rupiah
Ditulis oleh herman - 06 May 2026 00:38
FOTO: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan pers kepada awak media di Istana Merdeka. Dok. Setpres/Laily Rachev
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Pemerintah memastikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia mulai menunjukkan akselerasi positif. Hal ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran terkait di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Dalam keterangannya, Purbaya menyebut pertumbuhan ekonomi nasional kini mencapai 5,61 persen, meningkat dari sebelumnya 5,39 persen. Angka tersebut dinilai menjadi sinyal kuat bahwa ekonomi Indonesia mulai bergerak ke fase ekspansi yang lebih solid.
“Pertumbuhan 5,61 persen ini menunjukkan arah ekonomi kita sudah mulai berbalik dan masuk fase percepatan. Sebelumnya masih di kisaran lima persen atau sedikit di bawahnya,” ujarnya.
Menurutnya, capaian ini tak lepas dari berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai efektif dalam menjaga momentum pemulihan sekaligus mendorong ekspansi ekonomi secara bertahap.
Untuk menjaga tren positif tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis, termasuk pemberian stimulus tambahan pada triwulan kedua. Kebijakan ini akan dikombinasikan dengan penguatan koordinasi bersama bank sentral guna memastikan likuiditas tetap terjaga.
“Stimulus tambahan akan segera diluncurkan, kemungkinan mulai berjalan awal Juni. Ini untuk menjaga momentum agar pertumbuhan tetap kuat,” kata Purbaya.
Selain fokus pada pertumbuhan, pemerintah juga memberi perhatian pada stabilitas nilai tukar rupiah. Salah satu strategi yang disiapkan adalah diversifikasi sumber pembiayaan, termasuk melalui penerbitan obligasi global dalam skema Panda bonds di pasar Tiongkok.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat sekaligus memperoleh biaya pinjaman yang lebih kompetitif.
“Kita akan masuk ke pasar obligasi China dengan skema Panda bonds. Bunganya lebih rendah dan ini membantu memperkuat struktur pembiayaan kita,” jelasnya.
Dengan kombinasi kebijakan tersebut, pemerintah optimistis dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan stabilitas ekonomi. Di tengah dinamika global yang masih penuh tekanan, Indonesia justru berupaya mempercepat langkah menuju ekonomi yang lebih tangguh dan berkelanjutan.
(RBT/MAM)
← Kembali ke Daftar