Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III-2025, APBN Dinilai Efektif Jaga Daya Beli

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 06 Jan 2026 15:06

Ekonomi RI Tumbuh 5,04 Persen di Kuartal III-2025, APBN Dinilai Efektif Jaga Daya Beli

FOTO: Senja Langit Jakarta (Tangkap Layar, istockphoto.com)

JAKARTA, KabarPemerintah.com – Perekonomian Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,04 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan III-2025. Kinerja positif ini ditopang kuatnya permintaan domestik, ekspor yang solid, investasi yang tetap resilien, serta optimalisasi belanja pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai capaian tersebut mencerminkan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang efektif, didukung sinergi erat dengan otoritas moneter dan sektor keuangan.

“APBN berperan penting menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung daya saing dunia usaha, terutama di tengah tantangan global,” ujar Purbaya dalam keterangan resminya, Kamis (6/11/2025).

Ia menjelaskan, pemerintah juga menempatkan dana kas negara sebesar Rp200 triliun secara prudent guna memastikan likuiditas perekonomian tetap terjaga. Selain itu, dukungan nonfiskal terus diperkuat untuk mengurai hambatan investasi (debottlenecking) agar realisasi investasi dapat meningkat secara berkelanjutan.

Pertumbuhan ekonomi tersebut berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Sepanjang periode tersebut, ekonomi nasional mampu menyerap sekitar 1,9 juta tenaga kerja. Jumlah pengangguran tercatat turun menjadi 7,46 juta orang atau berkurang sekitar 4 ribu orang dibandingkan Agustus 2024. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pun menurun dari 4,91 persen menjadi 4,85 persen pada Agustus 2025.

Dari sisi permintaan domestik, konsumsi rumah tangga tumbuh 4,89 persen (yoy). Peningkatan ini sejalan dengan naiknya mobilitas masyarakat, pesatnya transaksi digital, serta dukungan berbagai kebijakan pemerintah. Sementara itu, konsumsi pemerintah mencatat pertumbuhan 5,49 persen, didorong lonjakan belanja barang sebesar 19,3 persen dan belanja pegawai 9,0 persen.

“Percepatan dan optimalisasi belanja pemerintah menjadi wujud komitmen menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menopang daya beli masyarakat,” kata Purbaya.

Investasi atau Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) juga menunjukkan kinerja positif dengan pertumbuhan 5,04 persen (yoy). Capaian ini didukung meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi nasional serta stabilitas iklim usaha yang terus dijaga pemerintah.

Dari sektor eksternal, ekspor barang dan jasa riil tumbuh signifikan sebesar 9,91 persen (yoy), menjadikannya salah satu motor utama pertumbuhan. Kinerja ini ditopang penguatan aktivitas industri dalam negeri, meningkatnya permintaan dari negara mitra dagang, serta daya saing produk ekspor Indonesia yang kian solid.

Sementara dari sisi produksi, sektor industri pengolahan tumbuh kuat, terutama subsektor strategis berbasis hilirisasi yang terus memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian.

Untuk menjaga kesinambungan pertumbuhan, pemerintah menggelontorkan program stimulus senilai Rp34,2 triliun serta delapan program akselerasi sebesar Rp15,7 triliun pada triwulan IV-2025. Investasi dan ekspor bernilai tambah juga diperkuat melalui peran Danantara serta pembentukan Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (Satgas P2SP) guna mempercepat penyelesaian hambatan di lapangan.

Dengan berbagai langkah tersebut, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 dapat mencapai target 5,2 persen.

“Ke depan, pemerintah akan terus menyinergikan kebijakan fiskal, sektor keuangan, dan perbaikan iklim investasi agar mesin pertumbuhan bergerak lebih cepat. Targetnya bukan hanya pertumbuhan tinggi, tetapi juga stabil dan mampu menciptakan pemerataan kesejahteraan secara berkelanjutan,” pungkas Purbaya.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar