Ekonomi RI Tetap Ngebut di Awal 2026, Tembus 5,5 Persen di Tengah Tekanan Global

Ditulis oleh herman - 08 Apr 2026 23:07

Ekonomi RI Tetap Ngebut di Awal 2026, Tembus 5,5 Persen di Tengah Tekanan Global

FOTO: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tegaskan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal pertama tahun 2026 Jakarta, 8 April 2026. Dok. Setpres

JAKARTA, Kabar pemerintah.com - Pemerintah memastikan laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal pertama 2026 tetap solid meski dunia tengah dilanda ketidakpastian. Hal ini disampaikan Airlangga Hartarto usai mengikuti Rapat Kerja Pemerintah di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Airlangga mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi nasional pada awal tahun ini diperkirakan masih berada di level kuat, bahkan berpotensi menyentuh angka 5,5 persen atau lebih.

“Pertumbuhan kuartal pertama masih terjaga baik, bahkan bisa mencapai di atas 5,5 persen,” ujarnya kepada awak media.

Menurutnya, salah satu penopang utama adalah konsumsi rumah tangga yang tetap stabil. Sektor ini menyumbang lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga menjadi motor utama pergerakan ekonomi nasional.

Selain itu, kinerja fiskal juga menunjukkan tren positif. Penerimaan negara, khususnya dari sektor pajak, mengalami peningkatan signifikan hingga akhir Maret 2026.

“Penerimaan pajak tumbuh sekitar 14,3 persen atau mencapai Rp462,7 triliun. Sektor manufaktur juga masih ekspansif,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga menyoroti ketahanan pangan yang dinilai semakin kuat. Stok beras nasional dalam kondisi aman dengan cadangan yang cukup besar, menjadi bantalan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi.

Di tengah capaian tersebut, pemerintah tetap menyiapkan berbagai strategi untuk menjaga momentum pertumbuhan. Salah satunya melalui implementasi program biodiesel B50 yang dijadwalkan mulai berjalan pada pertengahan tahun ini.

Program ini diyakini mampu menekan beban anggaran negara, dengan potensi penghematan hingga puluhan triliun rupiah.

Di sisi lain, pemerintah juga menegaskan komitmennya menjaga disiplin fiskal. Rasio utang negara akan tetap dikendalikan di kisaran aman, jauh di bawah batas maksimal yang diatur undang-undang. Begitu pula dengan defisit anggaran yang ditargetkan tetap terkendali di level 3 persen.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah optimistis ekonomi Indonesia tetap tangguh dan mampu bertahan di tengah tekanan global yang masih berlangsung.

(MAM/YD)

← Kembali ke Daftar