Drone Thermal Diterjunkan, Kemenhut Temukan 17 Gajah Sumatera di Bentang Alam Seblat
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 11 May 2026 23:18
FOTO: Aktivitas gajah sumatera dalam hutan sumatera di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu Dok. kemenhut
JAKARTA, KabarPemerintah.com - Kementerian Kehutanan mulai memperkuat pengawasan populasi gajah sumatera di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS), Bengkulu, dengan memanfaatkan teknologi drone thermal. Teknologi pemindaian suhu tersebut digunakan untuk memantau pergerakan satwa liar di habitat alaminya tanpa mengganggu aktivitas gajah di dalam hutan.
Dari hasil pemantauan lapangan, tim berhasil menemukan satu kelompok gajah liar yang terdiri dari 17 ekor. Rinciannya, terdapat 13 ekor gajah remaja hingga dewasa serta 4 ekor anakan. Temuan anakan gajah itu menjadi sinyal positif karena menunjukkan proses reproduksi populasi masih berlangsung di kawasan konservasi tersebut.
Monitoring ini dilakukan menyusul meningkatnya perhatian terhadap kondisi gajah sumatera di Bentang Alam Seblat. Sebelumnya, dua ekor gajah liar dilaporkan mati, ditambah sejumlah kasus serupa yang pernah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Ancaman konflik manusia dan satwa liar, kerusakan habitat, hingga tekanan lingkungan masih menjadi tantangan besar bagi kelangsungan hidup spesies dilindungi tersebut.
Pemanfaatan drone thermal disebut menjadi langkah baru dalam sistem pengawasan satwa liar. Teknologi itu dinilai mampu membantu petugas menjangkau area hutan yang sulit dilalui sekaligus meminimalkan kontak langsung dengan kawanan gajah.
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho mengatakan penggunaan drone thermal menjadi terobosan penting dalam mendukung perlindungan gajah sumatera di Bentang Alam Seblat.
Menurutnya, metode tersebut memudahkan tim untuk mengetahui keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya secara langsung tanpa memberikan gangguan signifikan terhadap perilaku alami satwa.
“Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujar Agung.
Ia menambahkan, kelompok gajah yang terpantau itu baru sebagian dari populasi yang hidup di kawasan Bentang Alam Seblat. Karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkala agar seluruh kelompok gajah tetap berada dalam pengawasan.
Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat dan seluruh pihak ikut menjaga habitat gajah sumatera. Keberadaan satwa tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan kelestarian alam di Sumatera.
(RBT/YD)
← Kembali ke Daftar