Logo Kabarpemerintah
Presiden Prabowo Subianto Tegaskan Hilirisasi Jadi Jalan Indonesia Menuju Kemakmuran. Komitmen Pendidikan Nasional, Presiden Prabowo Subianto Targetkan Sekolah Modern dan Berbasis Teknologi Rampung 2028. Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat.

Dolar Naik, Harga Kedelai Impor Ikut Melonjak: Siap-Siap Tahu dan Tempe Makin Kecil

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 23 May 2026 03:10

Dolar Naik, Harga Kedelai Impor Ikut Melonjak: Siap-Siap Tahu dan Tempe Makin Kecil

FOTO: Seorang pedangang pasar yang sedang melayani pembeli Dok. Istimewa

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Penguatan dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai berdampak pada harga kebutuhan pangan di Indonesia. Salah satunya terlihat dari kenaikan harga kedelai impor yang menjadi bahan baku utama tahu dan tempe.

Kondisi ini membuat banyak pengrajin mulai kesulitan menekan biaya produksi. Pasalnya, sebagian besar kebutuhan kedelai nasional masih bergantung pada impor dari luar negeri. Ketika kurs dolar naik, harga beli kedelai otomatis ikut terdongkrak.

Sejumlah pelaku usaha tahu dan tempe mengaku kini harus mencari cara agar tetap bisa bertahan. Jika harga jual dinaikkan terlalu tinggi, mereka khawatir pembeli berkurang. Namun jika harga tetap dipertahankan, keuntungan semakin menipis.

Akibatnya, sebagian produsen memilih menyiasati dengan mengurangi ukuran produk. Tahu dan tempe yang dijual di pasaran mulai terlihat lebih kecil dan tipis dibanding biasanya. Langkah itu dianggap menjadi solusi sementara agar harga tetap terjangkau bagi masyarakat.

Fenomena penyusutan ukuran produk ini mulai dirasakan konsumen di berbagai daerah. Meski harga terlihat tidak banyak berubah, ukuran tahu dan tempe perlahan mengalami pengurangan.

Selain faktor nilai tukar dolar, kenaikan harga kedelai juga dipengaruhi kondisi pasokan global dan biaya distribusi yang ikut meningkat. Ketergantungan terhadap impor membuat harga kedelai dalam negeri mudah terpengaruh situasi ekonomi dunia.

Para pengrajin berharap pemerintah bisa segera mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga bahan baku. Dukungan terhadap petani kedelai lokal juga dinilai penting agar Indonesia tidak terus bergantung pada pasokan impor.

Jika kondisi dolar terus menguat, bukan tidak mungkin harga tahu dan tempe akan ikut naik dalam waktu dekat. Kalaupun harga tidak berubah, masyarakat kemungkinan harus menerima kenyataan ukuran tahu dan tempe makin menyusut.

(RMN/MAM)

← Kembali ke Daftar