Diduga Dipicu Masalah Asmara, Perantau Asal Cirebon Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kamar Kos Sumenep
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 16 Jul 2026 00:05
FOTO: Garis polisi terpasang di kamar kos yang menjadi lokasi penemuan seorang pria meninggal dunia di Kabupaten Sumenep, Rabu (15/7). Polisi masih menyelidiki penyebab kejadian tersebut. Dok. KabarPemerintah
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Warga dan penghuni rumah kos di Kabupaten Sumenep digegerkan dengan penemuan seorang pria yang tewas gantung diri di dalam kamar kosnya pada Rabu (15/7/2026). Korban diketahui berinisial A, seorang perantau asal Cirebon, Jawa Barat, yang sehari-hari bekerja sebagai penjual tahu bulat keliling menggunakan sepeda motor.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah korban tak kunjung keluar kamar hingga menjelang siang. Padahal, menurut rekan-rekannya, A biasanya sudah berangkat bekerja sekitar pukul 08.00 WIB.
Salah seorang penghuni kos, Wawan, mengatakan dirinya bersama teman-teman korban mulai merasa curiga ketika hingga pukul 11.00 WIB A belum juga memberikan respons saat dipanggil.
"Biasanya jam delapan pagi sudah berangkat jualan. Sampai jam sebelas masih belum bangun. Kami coba membangunkan, tapi tidak ada jawaban," ujar Wawan, (15/07/2026).
Karena pintu kamar terkunci dari dalam, mereka akhirnya memutuskan masuk dengan cara mencongkel jendela. Saat berhasil masuk, mereka mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di dekat jendela kamar.
Penemuan itu sontak membuat penghuni kos syok. Wawan sendiri baru tiga hari menempati kamar kos tersebut.
"Sebagai tetangga kos kami sangat kaget. Saya juga baru tiga hari tinggal di sini," katanya.
Wawan mengungkapkan, sebelum kejadian korban sempat menyampaikan pesan kepada salah satu temannya yang juga berasal dari Jawa Barat. Korban berpesan agar barang-barang miliknya dipakai apabila terjadi sesuatu pada dirinya.
"Dia sempat bilang ke temannya, kalau terjadi apa-apa, barang-barangnya dipakai saja," ungkapnya.
Dugaan sementara, korban nekat mengakhiri hidupnya karena persoalan asmara. Informasi itu diperoleh dari teman-teman korban.
"Kata temannya, korban sedang punya masalah dengan pacarnya," tutur Wawan.
Ia juga menjelaskan, sebagian besar penghuni rumah kos tersebut merupakan para perantau asal Bandung dan beberapa daerah lain di Jawa Barat yang bekerja di Sumenep.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Jenazah telah dievakuasi guna menjalani penanganan lebih lanjut sesuai prosedur.
Catatan redaksi: Penyebab pasti kematian masih menunggu hasil penyelidikan aparat. Informasi mengenai dugaan motif berasal dari keterangan saksi dan belum dapat dipastikan sebagai penyebab utama.
(RSH/MAM)
← Kembali ke Daftar