Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Detik-detik Mencekam Virgo Transport 8 Terbalik, Penumpang Mengaku Tak Dengar Alarm Bahaya

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 14 Sep 2026 08:56

Detik-detik Mencekam Virgo Transport 8 Terbalik, Penumpang Mengaku Tak Dengar Alarm Bahaya

FOTO: Korban KMP Virgo Transport 8 tiba di Banjarmasin Dok. Antara

BANJARMASIN, KabarPemerintah.com– Suasana panik terjadi di atas KMP Virgo Transport 8 saat kapal yang berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin tiba-tiba miring hingga akhirnya terbalik di perairan Laut Jawa, Minggu (13/9/2026) dini hari.

Kapal tersebut membawa ratusan orang. Sebagian besar penumpang sedang tidur ketika kondisi kapal berubah dalam waktu singkat. Sejumlah penumpang yang berhasil selamat kini menceritakan pengalaman mereka saat berusaha menyelamatkan diri.

Agus, seorang sopir ekspedisi asal Palangkaraya, mengaku sedang berada di ruang tidur ketika rekannya membangunkannya. Saat itu, ia diberitahu bahwa kapal mulai miring.

Agus mengatakan dirinya tidak mendengar adanya alarm darurat maupun pengumuman dari awak kapal sebelum kapal mengalami kemiringan. Ia baru mengetahui situasi setelah mendapat informasi dari sesama penumpang.

"Saya bangun itu karena diberitahu teman. Tidak ada pengumuman, cuma dengar kapal sudah miring," ujar Agus saat ditemui di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Begitu keluar dari ruang tidur, Agus melihat situasi sudah kacau. Penumpang berusaha mencari jalan untuk menyelamatkan diri. Ia kemudian menemukan sekoci yang sudah berada di laut dan segera masuk ke dalamnya bersama beberapa orang lainnya.

Sekoci tersebut kemudian terombang-ambing di tengah laut selama berjam-jam. Tali yang menghubungkan sekoci dengan kapal juga sempat terlepas sehingga sekoci terbawa arus menjauh dari lokasi kejadian.

Dari atas sekoci, Agus melihat sejumlah penumpang lain masih berusaha bertahan di laut. Ia menyebut ada penumpang yang tidak mengenakan pelampung. Suara orang meminta pertolongan terdengar dari berbagai arah.

"Banyak yang tidak pakai pelampung. Banyak juga yang teriak minta tolong," katanya.

Agus mengaku tidak bisa berbuat banyak karena saat itu dirinya juga sedang berjuang untuk bertahan hidup di dalam sekoci.

Cerita hampir sama disampaikan Siprianus. Ia juga sedang tertidur ketika kapal tiba-tiba miring. Menurut dia, keadaan akan berbeda apabila alarm darurat dibunyikan sehingga penumpang bisa segera mengetahui adanya kondisi berbahaya.

"Kalau alarm bahaya ditekan, kami penumpang bisa tahu. Tapi tidak ada informasi, tiba-tiba kapal sudah miring," ujar Siprianus.

Dalam kondisi panik, Siprianus berusaha mencari orang-orang yang dikenalnya. Namun, situasi di dalam kapal sudah dipenuhi kepanikan. Ia juga mengaku kesulitan menemukan pelampung ketika hendak menyelamatkan diri.

Sementara itu, Rinto Arahab memilih terjun ke laut setelah menggunakan pelampung. Pria asal Palembang tersebut berada di kapal karena hendak menuju Kalimantan untuk bekerja di perkebunan sawit.

Rinto mengaku bertahan di laut selama sekitar empat jam sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan. Ia kemudian dievakuasi bersama sejumlah penumpang lainnya menggunakan MV Haida dan dibawa menuju Pelabuhan Trisakti.

KMP Virgo Transport 8 diketahui tengah melakukan perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin saat kecelakaan terjadi. Kapal tersebut dilaporkan membawa 243 orang.

Kesaksian para korban kini menjadi bagian penting dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi sebelum kapal terbalik. Termasuk soal kondisi kapal, sistem peringatan darurat, ketersediaan pelampung, hingga proses evakuasi penumpang.

Pakar transportasi laut dan Dekan Fakultas Teknologi Kelautan Institut Teknologi Surabaya, Setyo Nugroho, menilai faktor manusia menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam kecelakaan kapal. Kelalaian dapat berkaitan dengan berbagai hal, mulai dari perawatan kapal hingga pengaturan muatan dan stabilitas kapal.

Meski begitu, penyebab pasti kecelakaan KMP Virgo Transport 8 masih perlu dibuktikan melalui investigasi resmi. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan rangkaian kejadian sekaligus mengevaluasi aspek keselamatan agar kecelakaan serupa tidak kembali terjadi.

(RBT/YD)

← Kembali ke Daftar