Dari MBG hingga Koperasi Merah Putih, Presiden Prabowo Subianto Dorong Arus Ekonomi Kembali ke Rakyat
Ditulis oleh herman - 30 Apr 2026 00:58
FOTO: Presiden Prabowo melakukan groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II. Dok. Setpres/Laily Rachev
CILACAP, KabarPemerintah.com– Pemerintah terus mengakselerasi program prioritas yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya dalam mengembalikan arus kekayaan negara ke tangan rakyat melalui sejumlah kebijakan strategis, mulai dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
Pernyataan tersebut disampaikan saat Presiden menghadiri groundbreaking proyek hilirisasi nasional tahap II di Refinery Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026).
Dalam pidatonya, Presiden menyoroti keberhasilan program MBG yang kini mulai menarik perhatian dunia. Ia menyebut sejumlah negara mulai menjadikan Indonesia sebagai rujukan dalam menjalankan program serupa.
“Banyak negara belajar dari kita. Bagaimana Indonesia mampu memberi makan puluhan juta masyarakat secara rutin, termasuk ibu hamil dan lansia,” ujar Prabowo.
Program MBG dinilai tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi masyarakat, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di tingkat bawah. Presiden menjelaskan, kehadiran dapur-dapur MBG di berbagai daerah ikut membuka pasar yang lebih pasti bagi petani dan nelayan.
Menurutnya, kondisi yang sebelumnya merugikan produsen lokal—seperti hasil panen yang tidak terserap atau harga yang ditekan tengkulak—kini mulai berubah. Pemerintah hadir sebagai penjamin distribusi, memastikan hasil produksi masyarakat terserap dengan lebih baik.
“Sekarang hampir semua petani dan nelayan punya kepastian pasar. Berapapun hasilnya, akan diserap untuk kebutuhan bangsa,” tegasnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga bersiap meresmikan ribuan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dalam waktu dekat. Program ini ditargetkan mencapai 25 ribu hingga 30 ribu unit dalam setahun, dengan konsep koperasi berbasis fisik dan modern.
Presiden menekankan bahwa koperasi yang dibangun bukan sekadar formalitas, melainkan dilengkapi fasilitas nyata seperti gudang penyimpanan, cold storage, hingga jaringan distribusi.
“Koperasi ini akan jadi pusat aktivitas ekonomi desa. Ada gerai, kendaraan operasional, hingga fasilitas pengolahan hasil panen,” jelasnya.
Lebih jauh, keberadaan KDKMP juga diproyeksikan mampu menyerap jutaan tenaga kerja baru, sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan dari tingkat desa.
Melalui rangkaian program tersebut, pemerintah ingin memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak hanya terpusat, tetapi benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.
“Ini adalah langkah besar untuk memastikan ekonomi hidup dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat,” pungkas Presiden.
(FS/MAM)
← Kembali ke Daftar