Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Cek Kesehatan Gratis Tembus 65 Juta Orang, Pemerintah Pacu Pemulihan Layanan Medis Pascabencana

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 16 Dec 2025 12:41

Cek Kesehatan Gratis Tembus 65 Juta Orang, Pemerintah Pacu Pemulihan Layanan Medis Pascabencana

FOTO: Menteri Kesehatan laporan capaian bidang kesehatan serta perkembangan pemulihan layanan kesehatan di wilayah terdampak bencana Dok. Setpres/Laily Rachev

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Program cek kesehatan gratis yang menjadi salah satu prioritas pemerintah terus menunjukkan capaian signifikan. Hingga pertengahan Desember 2025, layanan ini telah menjangkau sekitar 65 juta masyarakat di seluruh Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (15/12/2025). Pemerintah menargetkan jumlah penerima manfaat terus bertambah hingga menyentuh angka 70 juta orang pada akhir tahun.

“Cek kesehatan gratis sudah mencapai 65 juta, dan kami optimistis bisa mendekati 70 juta sebelum tutup tahun,” kata Budi dalam laporannya.

Dari hasil pemeriksaan, penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat meliputi kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan kesehatan gigi, serta diabetes. Menurut Menkes, penyakit-penyakit dengan risiko kematian tinggi akan menjadi fokus utama penanganan lanjutan.

Ke depan, Kementerian Kesehatan juga berencana memperluas pelaksanaan cek kesehatan gratis ke lingkungan kementerian, lembaga negara, hingga sektor swasta guna mempercepat deteksi dini penyakit.

Selain program layanan preventif, Menkes juga melaporkan progres pembangunan 22 rumah sakit yang masuk dalam program Quick Win pemerintah. Pembangunan rumah sakit tersebut ditargetkan rampung bertahap mulai akhir 2025 hingga awal 2026.

Dua rumah sakit bahkan telah siap diresmikan, masing-masing berada di Terempa, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, serta di Bengkulu Tengah. Kedua fasilitas kesehatan tersebut memiliki kapasitas 100 tempat tidur dengan standar pelayanan yang telah disesuaikan.

Dalam hal pemenuhan tenaga medis, pemerintah juga mendorong pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit. Saat ini, program tersebut telah berjalan di enam rumah sakit dan akan terus diperluas untuk mengatasi kekurangan tenaga spesialis di berbagai daerah.

“Masih banyak rumah sakit yang spesialisnya belum lengkap, bahkan ada yang belum memiliki dokter jantung sama sekali. Ini yang terus kita kejar,” ujar Budi.

Sementara itu, terkait penanganan bencana di wilayah Sumatra, Menkes melaporkan bahwa seluruh rumah sakit terdampak telah kembali beroperasi secara bertahap. Pemulihan layanan puskesmas juga terus dilakukan untuk memastikan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak dan para pengungsi.

“Dari hampir seribu puskesmas, sekitar 500 terdampak. Saat ini, 414 sudah kembali beroperasi,” jelasnya.

Menutup laporannya, Budi menyatakan kesiapan Kementerian Kesehatan untuk mengirim relawan tenaga medis ke wilayah terdampak bencana. Presiden Prabowo pun memberikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi masyarakat yang terlibat dalam upaya kemanusiaan tersebut.

“Luar biasa. Terima kasih kepada semua tenaga kesehatan, perguruan tinggi, dan organisasi yang ikut membantu secara sukarela,” kata Presiden.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar