Calon Kades Muda Masaran, Edi Kurniawan Usung Pemerintahan Transparan dan Berbasis Hukum
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 01 Jul 2026 22:58
FOTO: Ilustrasi Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), nama Edi Kurniawan, S.H. silaturahmi dengan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumenep saat ini adalah Achmad Dzulkarnain. Dok. Istimewa
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), nama Edi Kurniawan, S.H. mulai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Desa Masaran, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Sosok yang dikenal sebagai generasi muda ini membawa semangat perubahan dengan mengusung pemerintahan desa yang transparan, taat hukum, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Lulusan Sarjana Hukum yang juga tengah meniti karier sebagai calon advokat itu menilai, pemerintahan desa harus dijalankan secara profesional serta berpijak pada aturan perundang-undangan. Menurutnya, seorang kepala desa bukan hanya bertugas menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga menjadi teladan dalam menjunjung tinggi integritas dan keadilan.
"Penampilan boleh berbeda, tetapi komitmen terhadap aturan tidak boleh berubah. Jika masyarakat memberikan amanah kepada saya, pemerintahan Desa Masaran akan dijalankan sesuai peraturan yang berlaku dengan mengedepankan keadilan bagi seluruh warga," ujar Edi saat ditemui, Selasa (1/7/2026).
Edi berpandangan, desa membutuhkan pemimpin yang mampu menghadirkan perubahan tanpa mengesampingkan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik. Salah satu langkah yang ingin diwujudkannya adalah menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, mudah, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi digital.
Menurutnya, digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerintahan yang terbuka. Mulai dari administrasi desa hingga pengelolaan keuangan, seluruh proses harus dapat dipantau dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
"Setiap rupiah anggaran desa harus digunakan secara transparan dan jelas peruntukannya. Masyarakat berhak mengetahui bagaimana anggaran dikelola karena itu merupakan bentuk akuntabilitas pemerintah desa," katanya.
Tak hanya menyoroti tata kelola pemerintahan, Edi juga membawa visi menjadikan Desa Masaran sebagai desa yang mandiri, maju, dan sejahtera. Ia meyakini potensi desa akan berkembang apabila sumber daya manusia dan potensi ekonomi lokal dikelola secara optimal.
Karena itu, ia berkomitmen mendorong program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari penguatan ekonomi warga, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, pemberdayaan pelaku UMKM, hingga pembangunan infrastruktur yang merata.
"Bagi saya, pembangunan harus lahir dari kebutuhan masyarakat. Setiap kebijakan akan dibahas bersama dan tidak diputuskan secara sepihak, sehingga hasilnya benar-benar memberi manfaat bagi warga," tuturnya.
Di tengah tahapan sosialisasi, Edi terus menjalin komunikasi dengan masyarakat melalui kunjungan ke berbagai wilayah di Desa Masaran. Ia mengaku ingin mendengar langsung aspirasi, masukan, dan harapan warga sebagai bahan penyusunan program kerja ke depan.
Edi menegaskan, keputusannya maju dalam kontestasi Pilkades bukan semata-mata untuk memperoleh jabatan, melainkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Ia berharap semangat kepemimpinan muda dapat membawa Desa Masaran menjadi desa yang lebih maju, transparan, dan memiliki daya saing di masa mendatang.
(RSH/MAM)
← Kembali ke Daftar