Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Burha Warga Manding Laok Hidup Sebatang Kara, Dinsos Sumenep Serahkan Bantuan

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 09 Sep 2026 21:09

Burha Warga Manding Laok Hidup Sebatang Kara, Dinsos Sumenep Serahkan Bantuan

FOTO: Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Rahman Readi, turun langsung menyerahkan bantuan kepada Burha warga Desa Manding Laok Kec. Manding. Dok. Istimewa

SUMENEP, KabarPemerintah.com– Kisah Burha, warga Desa Manding Laok, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi perhatian Dinas Sosial setempat. Pria yang hidup seorang diri tanpa pendamping keluarga itu mendapat bantuan setelah kondisi kehidupannya diketahui cukup memprihatinkan.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sumenep, Rahman Readi, turun langsung menyerahkan bantuan kepada Burha pada Rabu (9/9/2026). Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga yang membutuhkan perhatian dan dukungan sosial.

Burha diketahui hidup sebatang kara. Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, ia harus mengandalkan kemampuannya sendiri dengan kondisi yang serba terbatas.

Persoalan lain muncul dalam data kesejahteraan sosial. Burha tercatat berada dalam kelompok desil 6. Namun, kondisi yang ditemukan di lapangan menunjukkan keadaan hidupnya perlu mendapat perhatian lebih lanjut.

Melihat kondisi tersebut, Dinas Sosial Kabupaten Sumenep melalui program Peningkatan Peran Kesejahteraan Sosial (P3A) memberikan bantuan untuk meringankan beban kebutuhan sehari-hari Burha.

Bantuan yang diserahkan secara langsung oleh Rahman Readi berupa uang tunai sebesar Rp1 juta. Selain itu, Burha juga menerima paket kebutuhan pokok berupa beras 10 kilogram, minyak goreng, gula pasir, dan kecap.

Rahman Readi mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah bagi masyarakat yang membutuhkan, termasuk warga yang hidup seorang diri dan belum tersentuh bantuan secara rutin.

“Bapak Burha hidup sendirian, tidak ada yang merawat, dan harus berjuang sendiri. Meskipun tercatat di desil 6, kenyataan di lapangan menunjukkan ia sangat membutuhkan bantuan,” kata Rahman.

Menurut dia, kondisi riil masyarakat tetap perlu menjadi perhatian dalam penanganan persoalan kesejahteraan sosial. Pemerintah, kata Rahman, akan berupaya menjangkau warga yang dinilai membutuhkan bantuan sesuai kemampuan dan kewenangan yang ada.

Burha pun menyambut bantuan tersebut dengan penuh haru. Ia menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan Dinas Sosial Kabupaten Sumenep.

Kondisi Burha sekaligus menjadi gambaran bahwa akurasi data sosial perlu terus diperhatikan dan diperbarui. Data yang tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya berpotensi membuat warga yang membutuhkan justru luput dari berbagai program bantuan.

Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas Sosial diharapkan terus melakukan pemutakhiran data dan memastikan penanganan warga rentan dilakukan berdasarkan kondisi nyata di lapangan, sehingga bantuan sosial dapat diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

(RSH/YD)

← Kembali ke Daftar