Logo Kabarpemerintah
Ekonomi RI Tetap Tangguh di Tengah Tekanan Global, Tumbuh 5,11% Sepanjang 2025. Presiden Prabowo–Presiden Putin Perkuat Aliansi Strategis, Dari Energi hingga Antariksa Jadi Fokus Kerja Sama

BRI Sumenep Buka Suara Usai Didemo PMII UNIJA, Tegaskan Patuh Proses Hukum

Ditulis oleh herman - 23 Apr 2026 14:18

BRI Sumenep Buka Suara Usai Didemo PMII UNIJA, Tegaskan Patuh Proses Hukum

FOTO: Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Demo didepan Kantor Cabang BRI Kabupaten Sumenep Dok. Kabar pemerintah.com

SUMENEP, KabarPemerintah.com - Pimpinan BRI Cabang Sumenep, Ali Topan, akhirnya angkat bicara usai aksi demonstrasi yang digelar puluhan mahasiswa PMII Komisariat Universitas Wiraraja (UNIJA), Kamis (23/4/2026). Ia menegaskan pihak bank akan mengikuti seluruh prosedur hukum dan regulasi yang berlaku terkait persoalan yang dipersoalkan massa aksi.

"Kami siap mengikuti peraturan dan patuh terhadap seluruh regulasi serta ketentuan yang ada. Apapun keputusan dan mekanismenya, tentu akan kami ikuti," ujar Ali Topan kepada wartawan.

Ia juga meminta semua pihak, termasuk awak media, untuk menunggu jalannya proses hukum yang sedang berlangsung. Menurutnya, persoalan tersebut saat ini sedang berjalan sesuai mekanisme yang berlaku.

"Tunggu saja proses hukum yang sedang berjalan. Sekali lagi, kami akan mengikuti apapun hasil keputusan nantinya," tegasnya.

Sebelumnya, puluhan mahasiswa PMII UNIJA menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor BRI Cabang Sumenep, Madura, Jawa Timur. Aksi tersebut dipimpin Koordinator Lapangan Ibnu Aljazari dengan pengawalan ketat aparat keamanan.

Dalam aksi itu, massa sempat membakar ban bekas di depan kantor bank sebagai bentuk protes. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi sempat menarik perhatian pengguna jalan yang melintas di sekitar lokasi.

Saat berorasi, Ibnu Aljazari menyampaikan kekecewaannya terhadap pihak BRI yang dinilai belum menunjukkan keseriusan dalam menangani dugaan kasus penipuan dan penyalahgunaan jabatan terkait proses pinjaman dengan jaminan Surat Keputusan (SK) pensiun.

"Kami kecewa karena pihak BRI terkesan belum serius menangani kasus ini. Padahal persoalan ini sudah berlangsung bertahun-tahun," kata Ibnu di hadapan peserta aksi.

Mahasiswa menilai dugaan praktik tersebut telah merugikan sejumlah nasabah, terutama terkait pemotongan gaji pensiun yang masih berjalan meski kasusnya disebut bermasalah.

Selain itu, massa aksi juga menyoroti belum adanya langkah tegas dari manajemen BRI Cabang Sumenep, termasuk penghentian pemotongan terhadap korban yang terdampak.

Meski sempat diwarnai ketegangan, aksi demonstrasi berlangsung tertib hingga selesai. Mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus tersebut sampai ada kejelasan hukum dan penyelesaian bagi nasabah yang merasa dirugikan.

(MAM/YD)

← Kembali ke Daftar