Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

Binar Junior High School Ajak Siswa Belajar Proses Pembuatan Garam di Kampung Tapakerbau Sumenep

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 22 Oct 2026 06:07

Binar Junior High School Ajak Siswa Belajar Proses Pembuatan Garam di Kampung Tapakerbau Sumenep

FOTO: Puluhan siswa Binar Junior High School mengunjungi kawasan pertanian garam di Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kabupaten Sumenep, Kamis (22/10/2026). Dok. KabarPemerintah.com

SUMENEP, KabarPemerintah.com – Puluhan siswa Binar Junior High School mengunjungi kawasan pertanian garam di Kampung Tapakerbau, Desa Gersik Putih, Kabupaten Sumenep, Kamis (22/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari pembelajaran tematik bertema Pekerjaan yang Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, dengan fokus mengenal potensi sumber daya lokal, khususnya garam.

Sebanyak 40 siswa didampingi empat guru mengikuti kunjungan belajar untuk mengenal secara langsung proses pembuatan garam. Melalui kegiatan ini, para siswa diajak memahami bagaimana sumber daya alam di sekitar mereka dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus menjadi sumber penghidupan masyarakat.

Perwakilan kepala sekolah Binar Junior High School menyampaikan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari penerapan kurikulum ESDIGIS yang mengangkat potensi sumber daya lokal sebagai sumber pembelajaran.

Menurutnya, siswa tidak cukup hanya mempelajari teori di dalam kelas. Mereka perlu melihat langsung proses produksi, mengenal pekerjaan masyarakat, serta memahami peluang pengembangan potensi daerah.

“Tujuan kami ke sini untuk belajar proses pembuatan garam. Ini bagian dari mata pelajaran tematik dengan tema pekerjaan yang layak dan pertumbuhan ekonomi. Kami menerapkan kurikulum ESDIGIS dengan mengangkat sumber daya lokal, lebih spesifiknya garam,” ujarnya.

Ia menjelaskan, siswa yang mengikuti kegiatan tersebut merupakan angkatan ketiga Binar Junior High School. Sementara itu, kunjungan ke Kampung Tapakerbau menjadi kunjungan belajar kedua bagi sekolah tersebut.

Selain memberikan pengalaman belajar kepada siswa, kunjungan ini juga membawa harapan agar potensi pertanian garam di Kampung Tapakerbau semakin berkembang. Pihak sekolah berharap masyarakat dapat meningkatkan produksi garam sekaligus memperluas jangkauan pemasaran agar produk yang dihasilkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Binar Junior High School juga mendorong para siswa untuk berpikir kreatif dalam melihat peluang pemanfaatan garam. Garam tidak semata-mata dipandang sebagai bahan konsumsi, tetapi juga dapat menjadi inspirasi untuk mengeksplorasi berbagai produk turunan yang memiliki nilai tambah.

“Kami berharap anak-anak tidak berhenti hanya pada kegiatan belajar. Mereka juga bisa berkreasi dalam pemanfaatan garam, sehingga ke depan muncul gagasan-gagasan baru yang dapat memberikan nilai tambah bagi sumber daya lokal,” ungkapnya.

Pihak sekolah turut menyatakan dukungannya apabila Kampung Tapakerbau dikembangkan sebagai kawasan edukasi wisata atau eduwisata berbasis pertanian garam. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi sumber daya yang mendukung, bentang alam terbuka, serta akses menuju lokasi yang memberikan pengalaman tersendiri bagi pengunjung.

Untuk mencapai kawasan pertanian garam, pengunjung harus menyeberang dan menyusuri pematang khas area pegaraman. Kondisi tersebut dinilai menjadi daya tarik tersendiri bagi siswa maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat proses produksi garam dan kehidupan petani setempat.

Jika dikelola dengan baik, Kampung Tapakerbau berpeluang menjadi ruang belajar terbuka yang menghubungkan pendidikan, potensi alam, dan aktivitas ekonomi masyarakat. Pengembangan eduwisata juga diharapkan dapat membuka peluang usaha baru bagi warga setempat.

Kunjungan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat. Ahmad Shidiq, selaku Ketua RT 001 RW 001 Kampung Tapakerbau, mengaku senang karena wilayahnya dapat menjadi tujuan pembelajaran bagi para siswa.

“Saya senang sekali dengan kunjungan Binar hari ini karena bisa menjadi tujuan pembelajaran. Semoga anak-anak mendapatkan pengetahuan dan wawasan,” kata Ahmad Shidiq.

Kunjungan Binar Junior High School ini menjadi salah satu upaya mendekatkan pembelajaran dengan kehidupan nyata masyarakat. Siswa tidak hanya mengenal garam sebagai produk yang digunakan sehari-hari, tetapi juga mempelajari proses pembuatannya, memahami pekerjaan di balik produksi, serta melihat peluang ekonomi yang dapat dikembangkan dari komoditas tersebut.

Melalui kegiatan ini, Kampung Tapakerbau diharapkan semakin dikenal sebagai kawasan pertanian garam yang memiliki nilai ekonomi sekaligus potensi edukasi. Di sisi lain, pengalaman belajar langsung di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan kreativitas siswa dalam melihat peluang, menghargai pekerjaan masyarakat, dan mengembangkan potensi daerah secara berkelanjutan.

(SDK/MAM)

← Kembali ke Daftar