Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Banjir Sumatra Utara–Aceh Tewaskan 753 Jiwa, Banyak Wilayah Masih Terisolasi

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 04 Dec 2025 23:40

Banjir Sumatra Utara–Aceh Tewaskan 753 Jiwa, Banyak Wilayah Masih Terisolasi

FOTO: Foto udara dampak kerusakan pasca banjir bandang di Aceh Tamiang, Aceh, Dok. Antara/Suhendra

JAKARTA, KabarPemerintah.com - Upaya penyelamatan dan distribusi bantuan bagi korban banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh terus dikebut pemerintah dan aparat gabungan. Hingga Rabu (3/12/2025), jumlah korban meninggal tercatat 753 orang, sementara ratusan lainnya masih hilang.

Bencana yang menerjang sejak akhir November itu meninggalkan kerusakan masif, terutama di Aceh Tamiang dan sejumlah wilayah Tapanuli. Rumah hanyut, akses jalan terputus, hingga ribuan warga harus mengungsi dalam kondisi memprihatinkan.

Akses Masih Terputus, Bantuan Mulai Masuk

Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, mengatakan sebagian besar bantuan mulai tiba sejak Senin malam. Meski demikian, beberapa kampung masih terputus dari akses darat akibat jalan rusak dan jembatan hanyut.

“Bantuan dari pusat, provinsi, hingga kabupaten sudah masuk. Namun beberapa titik masih sulit dijangkau karena arus sungai sangat deras,” ujar Armia melalui sambungan telepon kepada wartawan.

Menurutnya, delapan kampung di Kecamatan Sekerah menjadi prioritas pengiriman bantuan. Salah satu kampung bahkan nyaris hilang diterjang banjir besar.

Untuk menjangkau wilayah yang terisolasi, petugas harus menggunakan sampan dan perahu motor. Perjalanan yang biasanya kurang dari satu jam kini bisa memakan waktu tiga jam karena melawan arus.

RS Tak Berfungsi, Warga Dirawat di Posko

Armia menyebut semua posko kesehatan di kecamatan sudah beroperasi, tetapi rumah sakit utama tidak bisa menerima pasien akibat terendam dan mengalami kerusakan fasilitas.

“Sementara ini posko yang membantu warga. Rumah sakit kondisinya belum bisa digunakan,” katanya.

Data Korban Terbaru BNPB

BNPB mencatat kondisi korban per provinsi sebagai berikut:

Sumatra Utara: 294 meninggal, 155 hilang

Aceh: 218 meninggal, 227 hilang

Sumatra Barat: 196 meninggal, 117 hilang

Total luka-luka: 2.600 orang

Daerah terdampak terparah antara lain Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, dan Tapanuli Utara.

TNI–BNPB Kerahkan Helikopter

Untuk mempercepat penyaluran bantuan, pemerintah mengerahkan tujuh helikopter dari Lanud Silangit. Bantuan pangan, obat-obatan, selimut, tenda, hingga perangkat komunikasi seperti Starlink sudah dikirimkan ke pusat-pusat pengungsian.

Seorang warga Tapanuli Tengah, Zainal Arifin Tanjung, menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas bantuan yang terus berdatangan.

“Makanan gratis disediakan setiap hari di GOR Pandan. Ada perhatian yang nyata untuk warga di sini,” ujarnya.

Meski begitu, ia berharap proses normalisasi dan pemulihan pascabencana dipercepat agar warga bisa kembali beraktivitas.

Upaya Pemulihan Dikebut

BNPB memastikan distribusi logistik dilakukan lewat jalur darat, laut, dan udara. Sebanyak enam truk logistik diberangkatkan ke Sumatra Utara, sementara kapal dari Jakarta membawa 100 ton beras menuju Sibolga untuk disalurkan ke daerah terdampak.

Situasi di sejumlah wilayah mulai berangsur membaik, tetapi beberapa kecamatan seperti Bandar Pusaka, Babu, dan Tenggulun masih terisolasi dan menjadi fokus penanganan pemerintah.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar