Logo Kabarpemerintah
Redaksi KabarPemerintah.com, Seputar Fakta Pemerintahan, merupakan platform pemberitaan yang menekankan pada misi good goverment menuju Indonesia emas 2045

Audiensi Memanas: Keluarga Korban Walk Out, Geram Kadinkes Mangkir dan Desak Kapus Dicopot

Ditulis oleh KabarPemerintah.com - 28 Nov 2025 23:30

Audiensi Memanas: Keluarga Korban Walk Out, Geram Kadinkes Mangkir dan Desak Kapus Dicopot

FOTO: Kluarga Halifah keluar ruangan pertemuan Dok.KabarPemerintah.com

SUMENEP, KabarPemerintah.com - Audiensi yang digelar untuk membahas dugaan kelalaian pelayanan di Puskesmas Bluto Kabupaten Sumenep pada Jum'at 28 November 2025, berlangsung tidak kondusif. Keluarga pasien almarhumah Halaifah memilih keluar dari ruang pertemuan setelah mengetahui Kepala Dinas Kesehatan P2KB Sumenep tidak hadir dalam forum resmi tersebut.

Audiensi yang seharusnya menjadi wadah klarifikasi dan penyampaian informasi secara transparan hanya dihadiri Kabid Pelayanan bersama dua staf. Ketidakhadiran Kadinkes menimbulkan kekecewaan mendalam bagi keluarga yang datang dengan harapan mendapatkan jawaban langsung dari pimpinan instansi.

Keluarga Soroti Minimnya Penjelasan

Dalam forum tersebut, keluarga menyampaikan sejumlah dugaan kelalaian yang terjadi pada 24 November 2025, diantaranya, Dugaan tabung oksigen kosong saat kondisi emergensi, Kinerja IGD yang dinilai tidak responsif, Keterlambatan proses rujukan, Ketidakselarasan koordinasi internal Puskesmas.

Namun penjelasan yang diterima dinilai tidak memberikan kejelasan substantif. Respons pihak Dinkes disebut hanya berupa pernyataan umum tanpa mengungkapkan hasil investigasi yang mereka klaim sedang berjalan.

Ketegangan meningkat ketika keluarga meminta kehadiran Kadinkes untuk memberikan penjelasan langsung. Karena tidak memperoleh jawaban memadai, keluarga menyampaikan protes keras dan akhirnya meninggalkan ruangan.

LBH: Keluarga Berhak Mendapatkan Penjelasan Langsung

Direktur LBH Taretan Legal Justitia, Zainorrozi, menegaskan bahwa audiensi dilaksanakan sebagai bentuk permintaan kejelasan dari pihak keluarga. Ia menilai ketidakhadiran Kadinkes justru menambah ketidakpercayaan publik terhadap proses penanganan kasus.

“Keluarga hanya ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi. Mereka layak mendapat informasi resmi yang jelas dari pimpinan dinas,” ujarnya.

Menurutnya, dugaan kelalaian dalam kasus ini berkaitan dengan keselamatan pasien dan harus ditangani secara terbuka.

Dinkes Tegaskan Penanganan Sesuai SOP

Kabid Pelayanan Dinkes P2KB Sumenep, Siti Khairiyah, menyampaikan bahwa seluruh tindakan medis yang diberikan kepada pasien telah sesuai standar operasional. Ia juga menyebut respon time IGD kurang dari lima menit.

Namun pernyataan tersebut belum menjawab sejumlah pertanyaan mendasar yang disampaikan keluarga, khususnya terkait laporan tabung oksigen yang diduga kosong.

Terkait desakan pencopotan Kepala Puskesmas Bluto, Siti menyatakan hal itu merupakan wewenang struktural dan memerlukan proses administratif tertentu.
“Tentu ada mekanisme kepegawaian yang harus dipatuhi,” ujarnya.

Kasus Jadi Sorotan Publik

Peristiwa meninggalnya pasien Halifah kini menjadi perhatian masyarakat. Hingga berita ini diturunkan belum ada laporan investigasi yang dipublikasikan, belum ada langkah evaluasi terbuka, dan belum ada keterangan resmi mengenai penanggung jawab internal.

Situasi ini menimbulkan tuntutan dari keluarga dan masyarakat agar proses investigasi dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Keluarga almarhumah menyatakan akan terus mengawal kasus ini sampai ada penyelesaian yang jelas dan pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar