Api Lahap Dua Dapur dan Kandang Sapi di Sumenep, Kerugian Capai Rp100 Juta
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 05 Nov 2026 04:19
FOTO: Keadaan rumah warga bernama Sunaidi setelah terbakar di Dusun Pordapor Timur, Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep. Dok. Humas Polresta sumenep
SUMENEP, KabarPemerintah.com – Kebakaran menghanguskan dua bangunan dapur dan satu kandang sapi milik warga bernama Sunaidi di Dusun Pordapor Timur, Desa Pordapor, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep, Rabu (4/11/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
Tak hanya bangunan, satu ekor sapi milik korban juga ikut terbakar. Akibat kejadian tersebut, kerugian materiil ditaksir mencapai Rp100 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Dugaan sementara, kebakaran bermula dari aktivitas membakar tumpukan rumput kering untuk mengusir nyamuk. Namun, api diduga semakin membesar hingga merambat ke bangunan dapur dan kandang sapi yang berada di sekitar lokasi.
Kapolsek Guluk-Guluk, Iptu Arief Wardoyo, mengatakan pihaknya langsung bergerak setelah menerima laporan adanya kebakaran. Personel kepolisian berkoordinasi dengan TNI dan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Sumenep untuk membantu proses pemadaman.
"Begitu menerima informasi, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Kami juga berkoordinasi dengan Koramil Guluk-Guluk dan Damkar Kabupaten Sumenep agar api segera bisa dipadamkan," ujar Arief.
Sekitar 100 Warga Ikut Padamkan Api
Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga sekitar sudah lebih dulu berupaya memadamkan api. Sekitar 100 orang bergotong royong menggunakan peralatan seadanya untuk mencegah kobaran api semakin meluas.
Tak lama kemudian, empat unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Sumenep tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.
Berkat bantuan warga dan kesigapan petugas gabungan, api akhirnya berhasil dikendalikan. Kobaran api tidak sampai merembet ke bangunan lainnya.
Arief mengapresiasi kepedulian masyarakat yang ikut membantu proses pemadaman. Menurut dia, keterlibatan warga sangat membantu petugas dalam mengendalikan situasi di lokasi kejadian.
"Kami mengapresiasi warga yang dengan sigap bergotong royong membantu memadamkan api sebelum petugas Damkar tiba. Kerja sama masyarakat, TNI, Polri, dan Damkar sangat penting dalam mencegah api semakin meluas," katanya.
Polisi Imbau Warga Waspada Pembakaran Rumput Kering
Pasca-kebakaran, polisi melakukan sejumlah langkah, mulai dari mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi dan korban, membantu proses evakuasi, hingga melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
Arief mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh aktivitas pembakaran, terutama ketika dilakukan di sekitar bangunan rumah maupun kandang ternak.
"Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah atau rumput kering. Pastikan api benar-benar terkendali dan jangan meninggalkannya sebelum padam sepenuhnya, apalagi jika lokasinya berdekatan dengan rumah, dapur, atau kandang ternak," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa api kecil sekalipun bisa menimbulkan kerugian besar apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Meski dua dapur, kandang sapi, dan seekor ternak menjadi korban kebakaran, kesigapan warga bersama petugas gabungan setidaknya berhasil mencegah kobaran api meluas ke bangunan lain.
Selama proses penanganan berlangsung, situasi di lokasi dilaporkan aman dan kondusif.
(RSH/YD)
← Kembali ke Daftar