372 Ayam Bekisar Adu Suara di Sumenep, Bupati Cup 2026 Jadi Ajang Pelestarian Fauna Khas Madura
Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 26 Oct 2026 00:05
FOTO: 372 ayam bekisar dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Lomba Seni Suara Ayam Bekisar Bupati Cup. Dok. Sumenepkab
SUMENEP, KabarPemerintah.com — Sebanyak 372 ayam bekisar dari berbagai daerah di Indonesia meramaikan Lomba Seni Suara Ayam Bekisar Bupati Cup 2026 di halaman Kantor Bupati Sumenep, Minggu (25/10/2026). Tak sekadar memperebutkan gelar juara, kompetisi tingkat nasional ini juga menjadi upaya menjaga kelestarian fauna khas yang memiliki akar sejarah kuat di Kabupaten Sumenep.
Suasana perlombaan berlangsung meriah dengan kehadiran para penghobi dan komunitas ayam bekisar dari berbagai wilayah. Mereka datang untuk menguji kualitas suara, penampilan, serta keunggulan ayam peliharaan masing-masing dalam kompetisi yang memperebutkan Piala Bupati Sumenep.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengatakan, penyelenggaraan lomba tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama Keluarga Penggemar Ayam Bekisar Indonesia (KEMARI) Cabang Sumenep untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pelestarian ayam bekisar.
“Pemerintah daerah bersama KEMARI Cabang Sumenep mengadakan lomba ini untuk menggairahkan masyarakat dalam melestarikan salah satu hewan khas Kabupaten Sumenep,” kata Achmad Fauzi. (25/10/2026)
Menurut dia, keberadaan ayam bekisar tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat setempat, tetapi juga memiliki nilai budaya dan kekayaan hayati yang perlu dijaga bersama. Karena itu, keterlibatan komunitas penghobi dinilai penting agar pelestariannya terus berlanjut dan mendapat perhatian generasi berikutnya.
“Berbagai pihak harus terlibat dalam melestarikan ayam bekisar, termasuk komunitas penghobi, supaya mampu menumbuhkan kecintaan terhadap ayam bekisar di masyarakat,” ujarnya.
Ayam bekisar dikenal sebagai hasil persilangan ayam hutan jantan dengan ayam kampung betina. Perpaduan tersebut menghasilkan suara kokok yang khas, sekaligus penampilan bulu yang menarik sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pencintanya.
Bagi masyarakat Sumenep, ayam bekisar mempunyai kedekatan historis dengan Pulau Kangean. Satwa ini juga dikenal sebagai fauna identitas Provinsi Jawa Timur, sehingga keberadaannya menjadi salah satu kekayaan alam yang patut dipertahankan.
Achmad Fauzi menilai, upaya pengembangbiakan dan pelestarian perlu terus dilakukan agar ayam bekisar tidak sekadar dikenal sebagai hewan lomba, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas daerah.
“Ayam bekisar adalah hewan khas Kabupaten Sumenep, tetapi ayam ini sudah menyebar di Pulau Madura, bahkan meluas ke berbagai daerah di Nusantara,” tuturnya.
Sementara itu, Ketua KEMARI Cabang Sumenep, Akhmad Zainur Rahman, menyampaikan bahwa peserta Bupati Cup 2026 datang dari berbagai daerah, mulai dari Tangerang, Cilegon, Bogor, Yogyakarta, Trenggalek, Madiun, Malang, Bondowoso, Surabaya, Bali, hingga empat kabupaten di Madura.
Menurut Akhmad, kehadiran peserta dari berbagai wilayah tersebut menunjukkan bahwa seni suara ayam bekisar masih memiliki tempat di kalangan penghobi dan komunitas pecinta unggas di Indonesia.
Sebanyak 372 ayam bekisar yang mengikuti perlombaan dibagi ke dalam lima kategori, yakni kelas utama, kelas madya, kelas pratama, kelas gacoran, dan best performance. Setiap kategori menjadi ruang bagi peserta untuk menampilkan kualitas ayam bekisar andalan mereka.
Melalui Bupati Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap kecintaan terhadap ayam bekisar terus tumbuh, sekaligus mendorong komunitas dan masyarakat untuk aktif menjaga kelestariannya. Dengan demikian, satwa khas yang menjadi kebanggaan Sumenep itu dapat terus dikenal dan diwariskan kepada generasi mendatang.
(RSH/YD)
← Kembali ke Daftar