Logo Kabarpemerintah
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup terkoreksi 0,69% ke level 6.365,37 pada perdagangan Senin (10/8). Sempat menyentuh level tertinggi di 6.462,74, pergerakan indeks hari ini (11/8) diproyeksikan masih dibayangi koreksi terbatas dengan area support di kisaran 6.300.

10 Negara Turun Tangan Bantu Indonesia Atasi Karhutla, 36 Helikopter Dikerahkan

Ditulis oleh kabarpemerintah.com - 01 Sep 2026 23:25

10 Negara Turun Tangan Bantu Indonesia Atasi Karhutla, 36 Helikopter Dikerahkan

FOTO: Petugas dan TNI sedang memadamkan api saat karhutla. Dok. Istimewa

JAKARTA, KabarPemerintah.com— Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia mendapat perhatian dari dunia internasional. Sedikitnya 10 negara memberikan dukungan kepada Indonesia, mulai dari pengerahan armada udara untuk pemadaman hingga bantuan operasi penyemaian awan.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 35 izin khusus penggunaan pesawat udara dengan registrasi asing telah diproses untuk mendukung penanganan bencana karhutla.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F Laisa mengatakan izin tersebut diberikan kepada 11 pemegang air operator certificate (AOC) dari delapan negara.

"Negara asalnya dari Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada," kata Lukman.

Secara keseluruhan, terdapat 36 helikopter yang terlibat dalam dukungan udara untuk penanganan karhutla di berbagai wilayah Indonesia.

Armada tersebut dapat dipindahkan ke daerah lain apabila kondisi kebakaran membutuhkan tambahan kekuatan. Mekanisme reposisi memungkinkan pesawat bergerak mengikuti perkembangan titik api di lapangan.

Operator pesawat hanya diwajibkan menyampaikan pemberitahuan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara paling lambat 1 x 24 jam setelah melakukan perpindahan lokasi operasi.

Penggunaan pesawat asing tersebut mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor KP 9 Tahun 2021 tentang Otorisasi Pengoperasian Pesawat Udara Asing.

Selain Australia, Rusia, Amerika Serikat, Ukraina, Selandia Baru, Laos, Vietnam, dan Kanada, dukungan juga datang dari Jepang dan Malaysia.

Jepang memberikan bantuan berupa kapal, helikopter, dan personel untuk memperkuat operasi penanganan kebakaran di Indonesia. Kapal pengangkut Pasukan Bela Diri Jepang, Kunisaki, diberangkatkan dari Pangkalan Kure, Prefektur Hiroshima, pada Minggu (30/8/2026).

Kapal tersebut membawa tiga helikopter CH-47 dan diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua pekan untuk mencapai Indonesia.

Sekitar 350 personel Pasukan Bela Diri Jepang akan terlibat dalam misi tersebut. Operasi ini menjadi misi pemadaman kebakaran di luar negeri pertama yang dilakukan oleh personel Pasukan Bela Diri Jepang.

Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari kesepakatan antara kementerian pertahanan kedua negara yang ditandatangani pada Mei 2026.

Sementara itu, Malaysia turut memberikan dukungan melalui operasi penyemaian awan. Indonesia telah memberikan izin bagi pesawat Malaysia untuk memasuki wilayah udara Indonesia guna melaksanakan kegiatan tersebut di kawasan perbatasan kedua negara.

Bantuan internasional tersebut menjadi tambahan kekuatan bagi pemerintah Indonesia yang tengah berupaya mengendalikan karhutla di sejumlah daerah, khususnya wilayah Kalimantan.

Di dalam negeri, pemerintah juga memperkuat upaya pemadaman dengan mengirimkan 500 mesin pompa air ke sejumlah wilayah di Kalimantan.

Pengiriman dilakukan pada Senin (24/8/2026) menggunakan tiga pesawat TNI Angkatan Udara dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Tiga pesawat membawa bantuan menuju Pontianak, Palangkaraya, dan Banjarmasin. Sementara tiga pesawat lainnya digunakan untuk mengangkut bantuan menuju Labuan Bajo dan Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Sebanyak 500 mesin pompa air yang dikirim ke Kalimantan merupakan bagian dari total 2.000 unit yang diperintahkan Presiden Prabowo Subianto untuk segera didistribusikan.

 

Setiap mesin dilengkapi pipa atau selang sepanjang satu kilometer sehingga dapat menjangkau area yang membutuhkan pasokan air untuk proses pemadaman.

 

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan peralatan tersebut diprioritaskan untuk membantu pemadaman api, terutama di kawasan lahan gambut yang memiliki karakteristik sulit dipadamkan.

"Hari ini 500 unit mesin pompa air berangkat ke Kalimantan beserta masing-masing pompa air dilengkapi dengan pipa atau selang sepanjang 1 km, yang tujuannya dari mesin ini adalah untuk memadamkan api khususnya di lahan gambut," kata Teddy.

Selain peralatan pemadaman, pemerintah juga menyalurkan bantuan untuk masyarakat yang terdampak karhutla. Di Kabupaten Kubu Raya, bantuan yang diberikan antara lain masker, vitamin, air layak konsumsi, serta bahan bakar minyak (BBM).

Rangkaian dukungan tersebut menunjukkan penanganan karhutla dilakukan melalui berbagai pendekatan, baik dengan memperkuat operasi udara, mengerahkan peralatan pemadam di darat maupun melibatkan bantuan dari negara lain.

Dengan dukungan tersebut, pemerintah berharap pengendalian kebakaran dapat dilakukan lebih cepat sekaligus mengurangi dampak yang dirasakan masyarakat di wilayah terdampak.

(RBT/MAM)

← Kembali ke Daftar